Kekerasan remaja di lingkungan sekolah merupakan fenomena sosial yang kompleks dan multidimensional, melibatkan faktor internal seperti kondisi psikologis dan kontrol diri, serta faktor eksternal seperti keluarga, lingkungan sosial, media, dan budaya sekolah. Bentuk kekerasan yang terjadi meliputi bullying fisik, verbal, hingga kekerasan psikologis yang memiliki dampak serius terhadap perkembangan mental, sosial, dan akademik peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, dengan mengkaji literatur akademik, laporan lembaga resmi, dan regulasi yang relevan. Analisis dilakukan dengan perspektif kriminologis menggunakan teori Diferensiasi Asosiasi, Teori Kontrol Sosial, dan Teori Labeling untuk memahami akar penyebab, mekanisme terjadinya, serta strategi pencegahan kekerasan remaja di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku kekerasan terbentuk melalui proses belajar sosial yang negatif, lemahnya ikatan sosial dengan norma, serta penguatan identitas menyimpang akibat pelabelan. Strategi pencegahan yang efektif meliputi pendidikan karakter berbasis kurikulum, pelibatan aktif orang tua, pembentukan Satgas Anti-Kekerasan, peningkatan literasi digital, dan penerapan pendekatan rehabilitatif seperti bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.