Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Role of the Head School in Management of Foundation Funds in Increase Quality learning at MtsN 5 Cirebon H. Soro , Suharyanto; Azmalia, Faiz Ramdhan; Hidayatullah, Raihan Nur
Global Education Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Global Education Journal (GEJ)
Publisher : Civiliza Publishing, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/gej.v3i2.846

Abstract

Study This aim For find and analyze role head school in management of Foundation funds in increase quality learning at MtsN 5 Cirebon. Using approach studies case with paradigm qualitative research​ This involving informant key consisting of from head school, deputy principal school, treasurer schools, senior teachers, and representatives committee school. Research results show that head school own a very comprehensive role in management of foundation funds, including function as planners, implementers, managers and evaluators in all over cycle management finance. Policy foundation that allocates 30% of the total budget For sector education supported by the system supervision involving foundation organs and mechanisms​ strict reporting​ For ensure accountability and transparency . Impact foundation fund management to Quality very significant learning, shown through style leadership head transparent, accountable, effective and efficient schools. The programs implemented succeed increase quality learning, reducing burden financing parents, and preventing student separated school. Response positive student towards the improvement program quality and increase facility comprehensive education​ show effectiveness foundation fund management in reach objective improvement Quality learning. Research conclusions This contribute theoretical and practical in development management financing education in madrasas, especially in optimization impactful management of foundation funds positive to improvement Quality learning in a way sustainable.
Edukasi Pertanian Berkelanjutan melalui Pendekatan Sosialisasi dan Demonstrasi Racun Tikus Alami Jendriadi, Jendriadi; Fasa, Eksa Muhamad; Prakoso, Achmad Yanuar Bagas; Maramis, Renafkha Al Farizi; Hidayatullah, Raihan Nur; Jeryawan, Ilham; Triyoga, Muhammad Arif; Herdiyanti, Anisa; Khasanah, Rizqotul; Cahyani, Luthfiyana Eka Noor; Cahyani, Cindy
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v6i1.1404

Abstract

Serangan hama tikus menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan produksi tanaman di lahan pertanian yang merugikan petani. Kegiatan edukasi dan demonstrasi tentang pembuatan racun tikus alami, yang dikenal sebagai "Bioyoso," dilaksanakan di Dusun Trono, Desa Gantang, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang bertujuan untuk memberikan solusi mengenai alternatif pengendalian hama tikus secara ramah lingkungan menggunakan bahan alami. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi berupa penyuluhan dan demonstrasi langsung di lapangan kepada masyarakat. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh pengetahuan tentang manfaat dan cara pembuatan Bioyoso, serta mampu mempraktikkan pembuatannya secara mandiri. Kegiatan ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk memberantas hama tikus secara tuntas dan mendukung pertanian berkelanjutan di Desa GantangSerangan hama tikus menjadi salah satu permasalahan utama yang berdampak pada penurunan produktivitas pertanian dan kerugian ekonomi petani. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan solusi alternatif pengendalian hama tikus yang ramah lingkungan melalui edukasi dan demonstrasi pembuatan racun tikus alami berbasis bahan lokal, yang dikenal dengan Bioyoso. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Trono, Desa Gantang, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, dengan melibatkan 32 petani sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, demonstrasi langsung, serta pendampingan praktik pembuatan dan aplikasi Bioyoso di lahan pertanian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 87,5% peserta mampu memahami bahan, proses pembuatan, dan cara penggunaan Bioyoso secara mandiri. Selain itu, hasil evaluasi lapangan selama dua minggu pascaaplikasi menunjukkan penurunan intensitas serangan tikus pada lahan pertanian peserta sebesar ±40–50% berdasarkan pengamatan kerusakan tanaman. Temuan ini menunjukkan bahwa Bioyoso memiliki potensi sebagai alternatif pengendalian hama tikus yang efektif, mudah diaplikasikan, serta mendukung praktik pertanian berkelanjutan berbasis kearifan lokal.