Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KEDUDUKAN PERLINDUNGAN HAK ANAK DALAM KASUS PERCERAIAN ANTAR-NEGARA Alam, Farizki; Jeryawan, Ilham; Yulius Prasetryo H; Kusuma, Nicholas Adi; Airlangga, Achmad Rizky; Iqbal, Galih Yoserizal
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 9 No. 1 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v9i1.8166

Abstract

Setiap orang, baik negara, pemerintah, masyarakat, keluarga, maupun orang tua, memiliki kewajiban untuk melindungi anak. Akan tetapi, dalam perkawinan campuran, kewarganegaraan dan hak asuh anak akibat perceraian menjadi perhatian yang menyeluruh bagi anak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak hukum perceraian orang tua beda kewarganegaraan terhadap anak sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 serta tindakan yang dilakukan oleh instansi terkait dalam rangka pengawasan pemenuhan hak anak pasca perceraian. Kini, anak dapat memilih sendiri kewarganegaraan yang dianggap sesuai dengan keadaan dan situasi anak pada saat itu, sehingga persoalan kewarganegaraan bagi anak hasil perkawinan campuran sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan menjadi tidak terlalu bermasalah. Agar dapat memenuhi tanggung jawabnya terhadap anak, maka lembaga harus memperhatikan asas Kepentingan Terbaik Anak yang merupakan faktor fundamental dalam setiap pengambilan keputusan yang melibatkan anak, baik yang dilakukan oleh badan legislatif, pengadilan, badan administratif, maupun lembaga kesejahteraan sosial swasta dan pemerintah. Oleh karena itu, peneliti berharap agar masyarakat dan orang tua lebih peduli terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak agar anak dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan baik, dan agar pemerintah beserta lembaga kementerian terkait dapat menjalankan tugas dan fungsi perlindungan anak pasca perceraian seefektif mungkin.
Edukasi Pertanian Berkelanjutan melalui Pendekatan Sosialisasi dan Demonstrasi Racun Tikus Alami Jendriadi, Jendriadi; Fasa, Eksa Muhamad; Prakoso, Achmad Yanuar Bagas; Maramis, Renafkha Al Farizi; Hidayatullah, Raihan Nur; Jeryawan, Ilham; Triyoga, Muhammad Arif; Herdiyanti, Anisa; Khasanah, Rizqotul; Cahyani, Luthfiyana Eka Noor; Cahyani, Cindy
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v6i1.1404

Abstract

Serangan hama tikus menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan produksi tanaman di lahan pertanian yang merugikan petani. Kegiatan edukasi dan demonstrasi tentang pembuatan racun tikus alami, yang dikenal sebagai "Bioyoso," dilaksanakan di Dusun Trono, Desa Gantang, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang bertujuan untuk memberikan solusi mengenai alternatif pengendalian hama tikus secara ramah lingkungan menggunakan bahan alami. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi berupa penyuluhan dan demonstrasi langsung di lapangan kepada masyarakat. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh pengetahuan tentang manfaat dan cara pembuatan Bioyoso, serta mampu mempraktikkan pembuatannya secara mandiri. Kegiatan ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk memberantas hama tikus secara tuntas dan mendukung pertanian berkelanjutan di Desa GantangSerangan hama tikus menjadi salah satu permasalahan utama yang berdampak pada penurunan produktivitas pertanian dan kerugian ekonomi petani. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan solusi alternatif pengendalian hama tikus yang ramah lingkungan melalui edukasi dan demonstrasi pembuatan racun tikus alami berbasis bahan lokal, yang dikenal dengan Bioyoso. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Trono, Desa Gantang, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, dengan melibatkan 32 petani sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, demonstrasi langsung, serta pendampingan praktik pembuatan dan aplikasi Bioyoso di lahan pertanian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 87,5% peserta mampu memahami bahan, proses pembuatan, dan cara penggunaan Bioyoso secara mandiri. Selain itu, hasil evaluasi lapangan selama dua minggu pascaaplikasi menunjukkan penurunan intensitas serangan tikus pada lahan pertanian peserta sebesar ±40–50% berdasarkan pengamatan kerusakan tanaman. Temuan ini menunjukkan bahwa Bioyoso memiliki potensi sebagai alternatif pengendalian hama tikus yang efektif, mudah diaplikasikan, serta mendukung praktik pertanian berkelanjutan berbasis kearifan lokal.