Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Pada Pembelajaran PAI Ilmiasari, Farida; Nasikin, Moch; Setyaningrum, Titis
ILJ: Islamic Learning Journal Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT al Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu pembelajaran efektif dengan cara membentuk kelompok-kelompok kecil untuk saling bekerja sama, berinteraksi, dan bertukar pikiran dalam proses belajar. Dalam pembelajaran kooperatif, belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran. Unsur-unsur pembelajaran kooperatif yaitu saling ketergantungan positif, interaksi tatap muka, tanggung jawab perseorangan, komunikasi antar anggota kelompok, evaluasi proses kelompok. Karakteristik pembelajaran kooperatif yaitu siswa harus memiliki tujuan yang sama, rasa saling menolong, saling bertukar pikiran, saling menghargai, saling membagi tugas, dan dapat dipertanggungjawabkan secara kolompok. Tipe-tipe pembelajaran kooperatif yaitu tipe STAD (Student Team Achievement Division) yang dikembangkan oleh Slavin tahun 1978, tipe Jigsaw yang dikembangkan oleh Elliot Arronson dan temannya tahun 1978, tipe GI (Group Investigation) oleh Sholomo Sharan dan temannya tahun 1984, tipe TSP (Think Pair Share), tipe NHT (Numbered Heads Together), Keunggulan model pembelajaran kooperatif yaitu: siswa tidak ber- gantung kepada guru, mampu mengekplorasikan ide dan gagasannya, saling menerima perbedaan, saling bertukar pendapat, meningkatkan semangat belajar, siswa menjadi aktif. Kelemahan model pembela- jaran kooperatif yaitu: dibutuhkan tenaga yang lebih dari guru untuk mengatur siswadan menyiapkan materi, dapat terjadi perdebatan kecil, siswa lebih cenderung bergurau dengan temannya, membutuhkan fasili- tas yang memadai, terjadi perluasan masalah sehingga waktu terbuang sia-sia, terkadang diskusi didominasi seseorang saja sehingga siswa lain menjadi pasif.
Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Pada Pembelajaran PAI Ilmiasari, Farida; Nasikin, Moch; Setyaningrum, Titis
ILJ: Islamic Learning Journal Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT al Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu pembelajaran efektif dengan cara membentuk kelompok-kelompok kecil untuk saling bekerja sama, berinteraksi, dan bertukar pikiran dalam proses belajar. Dalam pembelajaran kooperatif, belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran. Unsur-unsur pembelajaran kooperatif yaitu saling ketergantungan positif, interaksi tatap muka, tanggung jawab perseorangan, komunikasi antar anggota kelompok, evaluasi proses kelompok. Karakteristik pembelajaran kooperatif yaitu siswa harus memiliki tujuan yang sama, rasa saling menolong, saling bertukar pikiran, saling menghargai, saling membagi tugas, dan dapat dipertanggungjawabkan secara kolompok. Tipe-tipe pembelajaran kooperatif yaitu tipe STAD (Student Team Achievement Division) yang dikembangkan oleh Slavin tahun 1978, tipe Jigsaw yang dikembangkan oleh Elliot Arronson dan temannya tahun 1978, tipe GI (Group Investigation) oleh Sholomo Sharan dan temannya tahun 1984, tipe TSP (Think Pair Share), tipe NHT (Numbered Heads Together), Keunggulan model pembelajaran kooperatif yaitu: siswa tidak ber- gantung kepada guru, mampu mengekplorasikan ide dan gagasannya, saling menerima perbedaan, saling bertukar pendapat, meningkatkan semangat belajar, siswa menjadi aktif. Kelemahan model pembela- jaran kooperatif yaitu: dibutuhkan tenaga yang lebih dari guru untuk mengatur siswadan menyiapkan materi, dapat terjadi perdebatan kecil, siswa lebih cenderung bergurau dengan temannya, membutuhkan fasili- tas yang memadai, terjadi perluasan masalah sehingga waktu terbuang sia-sia, terkadang diskusi didominasi seseorang saja sehingga siswa lain menjadi pasif.
OPTIMIZING HOSPITAL SERVICE MANAGEMENT IN THE ERA OF HEALTH TRANSFORMATION Nasikin, Moch
Medical Journal of Nusantara Vol. 4 No. 2 (2025): Medical Journal of Nusantara (MJN)
Publisher : Tahta Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/mjn.v4i2.1880

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness, efficiency, and quality of hospital services in a sustainable manner within the era of healthcare transformation. The research employed a mixed methods approach with a sequential explanatory design, combining quantitative analysis of hospital performance indicators with qualitative exploration of service management practices. Effectiveness indicators included Bed Occupancy Ratio (BOR), Length of Stay (LOS), and Turn Over Interval (TOI); efficiency was measured through Bed Turn Over (BTO), Cost Recovery Rate (CRR), and waiting time; while service quality was assessed using patient satisfaction index and patient safety indicators. The findings indicate that data-driven management strengthening, digitalization of hospital information systems, and the implementation of continuous quality improvement significantly contribute to improving hospital service performance. The integration of clinical effectiveness, operational efficiency, and service quality forms the foundation for hospital sustainability in responding to regulatory demands and national healthcare transformation initiatives.
Implementation of the Deep Learning Approach in Islamic Education Learning in Elementary School Purwoko, Purwoko; Adibah, Ida Zahara; Nasikin, Moch; Mahmud, As’ad
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 8 No. 1 (2026): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v8i1.8567

Abstract

This study investigates the implementation of a deep learning approach in Islamic education at SDIT Nurul Islam Tengaran. Deep learning prioritizes meaningful understanding, critical thinking, and active learner engagement. Employing a qualitative case study design, data were gathered through classroom observations, in-depth interviews with teachers and students, and an examination of instructional documents. Data analysis followed an interactive model with triangulation across sources, methods, and perspectives to ensure validity and strengthen the credibility of findings. The results indicate that the application of deep learning in Islamic education remains at an early developmental stage and has not been fully optimized. The instructional design integrates Qur’anic studies, religious practices, and extracurricular activities as interconnected pathways for linking conceptual knowledge with students’ real-life experiences. Several supporting factors were identified, including a school culture grounded in Islamic values, teachers’ intrinsic motivation, and alignment with curriculum policy. However, notable challenges persist, such as limited teacher competence in designing deep learning–oriented strategies, insufficient contextual learning materials, and restrictions related to time and institutional resources. This study recommends enhancing teacher professional development, developing reflection-based teaching modules, and promoting collaborative planning between Islamic education teachers and other subject educators to foster holistic and transformative learning. The findings are expected to contribute to the development of adaptive, innovative, and contextually responsive Islamic education practices that meet the learning demands of 21st-century students.