Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Karimah Tauhid

Penggunaan Fitur pada Media Sosial WhatsApp dan Instagram Sebagai Alat Komunikasi Pemasaran Rosiana, Nina; Indriani, Dina Syofira; Kahfi, Fadil; Subagia, Erlang Bagus; Rachmah, Nia Alia
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 7 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i7.20077

Abstract

penggunaan media sosial sebagai media komunikasi pemasaran terbukti bisa memberikan manfaat dan keuntungan  bagi para pelaku usaha. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa saja manfaat dari media sosial bagi pelaku usaha seperti Nina Rosiana yang memasarkan makanan ringan serta fitur apa saja yang dapat digunakan oleh pelaku usaha dalam menggunakan platform tersebut. Penelitian ini menggunkan metode studi kasus dan data dari penelitian ini didapat dari wawancara narasumber serta studi literatur. Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan media sosial sangat berpengaruh bagi para pelaku usaha khususnya dalam menjangkau konsumen yang lebih luas serta penggunaan biaya yang relatif terjangkau. Penggunaan aplikasi WhatsApp dan Instagram dipilih karena memliki fitur-fitur (Ads, Group Chat, Live, Reels, Story) yang mampu memperluas jangkauan konsumen serta dapat mempermudah interaksi antara penjual dan pembeli.
Fenomenologi Pengemis Online di TikTok: Persepsi Penonton dan Praktik Komunikasi dalam Siaran Langsung Adinata, Nur Fatia Ramadhan; Rachmah, Nia Alia; Deanova, Sanaya Rizky; Hidayattullah, Ahmad Manarul; Lazuardy, Muhamad Nabil; Ramadani, Moh Maulana Nur; Algustaf, Fitra; Kusumadinata, Ali Alamsyah
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22014

Abstract

Perkembangan platform TikTok Live telah melahirkan fenomena sosial baru yang dikenal sebagai “pengemis online”, di mana individu mempertontonkan narasi kemiskinan dan kebutuhan untuk memperoleh hadiah virtual (virtual gift) yang dapat dikonversi menjadi uang. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi ini bertujuan untuk memahami konstruksi makna dan pengalaman subjektif penonton dalam memaknai fenomena tersebut. Dengan menggunakan Teori Manajemen Kesan Erving Goffman sebagai lensa analisis, hasil penelitian mengungkap bahwa siaran langsung berfungsi sebagai panggung depan (front stage) yang dikurasi secara strategis. Para pelaku membangun performa melalui setting yang memprihatinkan, appearance yang lusuh, dan manner yang memelas atau menghibur, sementara kehidupan di luar siaran merupakan panggung belakang (back stage) untuk mempersiapkan pertunjukan. Analisis terhadap komentar penonton menunjukkan polarisasi persepsi: di satu sisi, pemberian gift dimaknai sebagai bentuk apresiasi dan empati; di sisi lain, praktik ini dinilai sebagai eksploitasi dan kegagalan moral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fenomena ini bukan sekadar strategi ekonomi, melainkan sebuah pertunjukan dramaturgis yang mengkomodifikasi empati dan merekonfigurasi nilai-nilai sosial di ruang digital, sehingga menuntut kesadaran kritis dari semua pihak.