p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Komunikasi Nonverbal dalam Meningkatkan Aksesibilitas Teman Tuli Pramitha, Ade; Aulia, Anna Nur; Deanova, Sanaya Rizky; Akbar, Faisal; Maulana, Ahmad; Zhakira, Feliza Putri
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 7 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i7.18875

Abstract

Komunikasi nonverbal, terutama bahasa isyarat, memainkan peran penting dalam memastikan teman tuli dapat mengakses hak-hak mereka dalam bekerja, berpendidikan, dan bernegara. Hambatan komunikasi sering kali menjadi tantangan utama yang menghambat partisipasi mereka dalam berbagai aspek kehidupan. Studi ini menyoroti pentingnya bahasa isyarat sebagai jembatan komunikasi yang inklusif, serta perlunya kebijakan yang mendukung aksesibilitas bagi komunitas tuli. Dengan pendekatan yang tepat, masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, memungkinkan teman tuli untuk berkontribusi secara maksimal dalam kehidupan sosial dan profesional.
Fenomenologi Pengemis Online di TikTok: Persepsi Penonton dan Praktik Komunikasi dalam Siaran Langsung Adinata, Nur Fatia Ramadhan; Rachmah, Nia Alia; Deanova, Sanaya Rizky; Hidayattullah, Ahmad Manarul; Lazuardy, Muhamad Nabil; Ramadani, Moh Maulana Nur; Algustaf, Fitra; Kusumadinata, Ali Alamsyah
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22014

Abstract

Perkembangan platform TikTok Live telah melahirkan fenomena sosial baru yang dikenal sebagai “pengemis online”, di mana individu mempertontonkan narasi kemiskinan dan kebutuhan untuk memperoleh hadiah virtual (virtual gift) yang dapat dikonversi menjadi uang. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi ini bertujuan untuk memahami konstruksi makna dan pengalaman subjektif penonton dalam memaknai fenomena tersebut. Dengan menggunakan Teori Manajemen Kesan Erving Goffman sebagai lensa analisis, hasil penelitian mengungkap bahwa siaran langsung berfungsi sebagai panggung depan (front stage) yang dikurasi secara strategis. Para pelaku membangun performa melalui setting yang memprihatinkan, appearance yang lusuh, dan manner yang memelas atau menghibur, sementara kehidupan di luar siaran merupakan panggung belakang (back stage) untuk mempersiapkan pertunjukan. Analisis terhadap komentar penonton menunjukkan polarisasi persepsi: di satu sisi, pemberian gift dimaknai sebagai bentuk apresiasi dan empati; di sisi lain, praktik ini dinilai sebagai eksploitasi dan kegagalan moral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fenomena ini bukan sekadar strategi ekonomi, melainkan sebuah pertunjukan dramaturgis yang mengkomodifikasi empati dan merekonfigurasi nilai-nilai sosial di ruang digital, sehingga menuntut kesadaran kritis dari semua pihak.