Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan UMKM Berbasis Kearifan Lokal : Studi Kasus Program Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Puncak Jaya Kabupaten Puncak Jaya Papua Tengah Hendrik Ibo; Fedianty Augustinah; Aris Sunarya
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 7 (2025): GJMI - JULI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i7.1693

Abstract

Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, merupakan salah satu wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Indonesia yang menghadapi tantangan serius dalam pembangunan ekonomi akibat kondisi geografis yang sulit dijangkau serta keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemberdayaan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) berbasis kearifan lokal mampu menjadi strategi alternatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat sekaligus menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya lokal. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan desain studi kasus, serta penerapan model Community-Based Participatory Research (CBPR), penelitian ini menempatkan masyarakat lokal sebagai subjek aktif dalam proses pemberdayaan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, diskusi kelompok terarah (focus group discussion), dan studi dokumentasi terhadap pelaksanaan program-program yang digagas oleh Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Puncak Jaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, musyawarah mufakat, dan pengelolaan sumber daya alam secara komunal berhasil diintegrasikan dalam pelatihan, produksi, dan pemasaran produk UMKM, seperti tas noken, minyak kemiri, serta kerajinan dari biji hutan. Dampaknya tidak hanya terlihat pada peningkatan kapasitas teknis pelaku usaha, tetapi juga pada penguatan identitas budaya dan solidaritas sosial komunitas. Namun, masih terdapat sejumlah tantangan besar, seperti keterbatasan akses pasar karena infrastruktur yang minim, rendahnya literasi keuangan dan digital, serta belum optimalnya implementasi regulasi pendukung. Temuan ini mempertegas pentingnya pendekatan pemberdayaan berbasis lokal yang disesuaikan dengan karakteristik sosial budaya masyarakat Papua. Oleh karena itu, kolaborasi multipihak dan penyusunan kebijakan yang lebih responsif terhadap realitas lokal menjadi kebutuhan mendesak untuk mewujudkan UMKM yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di wilayah 3T.
ANALYSIS OF THE IMPLEMENTATION OF MSME DIGITAL TRANSFORMATION IN THE 3T REGION: A CASE STUDY ON THE PROGRAM OF THE COOPERATIVES, MSMES, INDUSTRY, AND TRADE OFFICE OF PUNCAK JAYA REGENCY, CENTRAL PAPUA Hendrik Ibo; Fedianty Augustinah; Aris Sunarya
Journal of Governance and Public Administration Vol. 2 No. 3 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v2i3.2839

Abstract

This study investigates the implementation of digital transformation programs for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia’s 3T regions (Frontier, Outermost, and Disadvantaged), focusing specifically on Puncak Jaya Regency in Central Papua. Employing a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, field observations, and document analysis. The study aims to explore how local governments implement digitalization strategies for MSMEs in remote areas with limited infrastructure and technological access. Findings indicate that approximately 30–40% of MSMEs began adopting simple digital tools such as social media platforms for product promotion and mobile cashier applications for recording transactions. These changes were largely influenced by training and mentoring programs initiated by the local Department of Cooperatives and SMEs. Despite these advancements, several challenges remain, including poor internet connectivity, low digital literacy, lack of continuous technical assistance, and limited availability of digital devices. To address these obstacles, the local government applied adaptive strategies such as delivering training in local languages, providing hands-on support, and conducting outreach directly to the business owners in their communities. While early economic impacts are modest—such as slight increases in weekly revenue and broader customer reach—there is potential for long-term growth. The study concludes that a sustainable, community-based, and culturally appropriate model of digital transformation is essential to ensure inclusive development for MSMEs in Indonesia’s remote and underserved areas like Puncak Jaya.