Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING (CRT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PADA MATERI BANGUN DATAR DI KELAS V SEKOLAH DASAR Devi Kurniawati; Lilis Supratman; Nurul Fajria; Elisabeth Nova Ekasari Fallo
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.30421

Abstract

This study aims to describe the improvement in cognitive learning outcomes ofstudents in flat shape material using the Culturally Responsive Teaching (CRT)approach. This study is a classroom action research (CAR) which has stages; a)Planning; b) Implementation; c) Observation; d) Reflection, with the researchsubjects being all 22 fifth grade students. Data collection in this study wasconducted using observation and tests in the form of students' cognitive learningoutcomes. The research was conducted in two cycles, with Cycle I consisting ofone meeting and Cycle II consisting of one meeting. The results of the studyshowed an increase in cognitive learning outcomes in the subject of flat shapesusing the CRT approach, as seen from the achievement of scores that met theclass completion criteria from Cycle I to Cycle II. The cognitive learning outcomesof students in the pre-cycle showed a score of 18.18%, which increased to 72.72%in Cycle I, and finally reached 86.36% in Cycle II. Based on these findings, it canbe concluded that the CRT approach is effective in improving students' cognitivelearning outcomes in flat shape material.
Efektivitas Pembelajaran Kooperatif STAD dengan Scaffolding Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Sabri; Nurul Fajria; Awi Dassa
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Nomor 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v8i4.7554

Abstract

Rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa dalam pembelajaran matematika konvensional menuntut penerapan model pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa SMP Negeri 18 Barru. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan menggunakan non-randomized pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 18 Barru yang berjumlah 147 siswa. Sampel diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling dan diperoleh kelas VII.1 (22 orang) sebagai kelas eksperimen dan kelas VII.4 (24 orang) sebagai kelas kontrol. Perlakuan yang diberikan pada kelas eksperimen adalah pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan scaffolding dan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes kemampuan komunikasi matematis. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest siswa kelas eksperimen adalah 81,1 dalam kategori tinggi dengan peningkatan nilai rata-rata sebesar 0,8 dalam kategori tinggi serta mencapai 86% siswa tuntas secara klasikal, sedangkan nilai rata-rata posttest siswa kelas kontrol adalah 68,5 dalam kategori cukup dengan peningkatan nilai rata-rata sebesar 0,6 dalam kategori sedang. Hasil analisis statistik inferensial untuk dua hipotesis menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif STAD dengan scaffolding efektif secara signifikan terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII SMP Negeri 18 Barru.
PENGALIHAN UANG KEMBALIAN PADA TRANSAKSI JUAL BELI DI BUDIMAN SWALAYAN BUKITTINGGI PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH Nurul Fajria; Nuri Hidayatika
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 2 (2026): Januari
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i2.63208

Abstract

Abstrak Perkembangan pada zaman sekarang ini menjadikan pasar sebagai tempat transaksi jual beli bukan hanya berbentuk pasar tradisional yang mana dapat melakukan tawar-menawar antara penjual dan pembelinya. Tetapi berkembang pula pasar-pasar modern seperti mall, supermarket, dan swalayan yang semakin menjamur sampai ke area perumahan. Terkait pengalihan uang kembalian dalam bentuk donasi dimana tindakan ini dalam prakteknya sering terjadi penyimpangan berupa pelanggaran hak uang kembalian konsumen dalam hal kesukarelaan pemungutannya. Seharusnya jual beli dengan menggunakan alat tukar berupa uang untuk mendapatkan suatu barang dan kembaliannya diterima dalam bentuk uang juga bukan dalam bentuk donasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pengalihan uang kembalian di Budiman Swalayan Bukittinggi yang melakukan pengalihan uang kembalian dalam bentuk donasi. Donasi sebagai bentuk pengalihan uang kembalian di Budiman Swalayan Bukittinggi di tinjau dari Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen boleh saja dilakukan tetapi harus diketahui konsumen sebab jika tanpa sepengetahuan konsumen maka hal tersebut bisa dikategorikan cacat kehendak atau digolongkan paksaan. Sedangkan ditinjau pada Hukum Ekonomi Syariah, pengalihan uang kembalian dalam bentuk donasi yang di lakukan oleh Budiman Swalayan Bukittinggi apabila didasari kerelaan, suka sama suka, rela antara pihak kasir dan konsumen, utamanya konsumen apakah setuju akan uang kembalian yang didonasikan, maka tidak ada masalah, hal ini diperbolehkan. Sebab sahnya jual beli ketika kedua belah pihak saling ridha dan rela. Kata Kunci: Pengalihan, Uang Kembalian, Swalayan   Abstract Developments in this day and age make the market a place for buying and selling transactions, not only in the form of a traditional market which can bargain between sellers and buyers. But modern markets such as malls, supermarkets, and supermarkets are also developing which are increasingly mushrooming into residential areas. Regarding the transfer of change in the form of donations, where in practice there are often irregularities in the form of violations of consumers' change rights in terms of voluntary collection. It should be bought and sold using a means of exchange in the form of money to get an item and the change is received in the form of money and not in the form of donations. The results of this study show that the transfer of change at Budiman Swalayan Bukittinggi which transfers change in the form of donations. Donations as a form of transfer of change at Budiman Swalayan Bukittinggi are reviewed from Law No. 8 of 1999 concerning Consumer Protection can be done but must be known to consumers because if without the knowledge of the consumer, it can be categorized as defective will or classified as coercion. Meanwhile, reviewed in Sharia Economic Law, the transfer of change in the form of donations made by Budiman Swalayan Bukittinggi if it is based on willingness, consensuality, willingness between the cashier and the consumer, especially the consumer, whether they agree with the donated change, then there is no problem, this is allowed. Because buying and selling is legal when both parties are mutually pleasing and willing. Keywords: Transfer, Change, Self-Service