Zahro, Sholihah Fatimatuz
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peluang dan Tantangan Integrasi Artificial Intelligence Dalam Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Fauzi, Muhammad Rizqi; Zahro, Sholihah Fatimatuz; Bashith, Abdul; Hakim, Moh Junaidi Mohtar
EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol 10 No 2 (2025): Educasia, 10(2), August 2025
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/educasia.v10i2.345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peluang serta tantangan integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan menggunakan metode studi pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui penelusuran dan analisis literatur primer dan sekunder yang relevan, baik berupa jurnal, buku, maupun hasil penelitian sebelumnya yang membahas implementasi AI pada bidang pendidikan, khususnya PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi AI berpotensi meningkatkan efisiensi, objektivitas, dan personalisasi dalam proses evaluasi pembelajaran PAI, seperti melalui otomasi penilaian, analisis data pembelajaran, serta pemberian umpan balik adaptif kepada peserta didik. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan literasi digital guru, infrastruktur teknologi yang belum merata, serta isu etika dan privasi data. Studi ini merekomendasikan perlunya penguatan kompetensi digital pendidik, pengembangan kebijakan etis, serta kolaborasi lintas disiplin untuk optimalisasi pemanfaatan AI dalam evaluasi pembelajaran PAI. Dengan demikian, integrasi AI dapat menjadi solusi inovatif yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan agama Islam di era digital.
Konsep Childfree dalam Perspektif Fiqih Kontemporer: Analisis Hukum, Etika, dan Maqashid Syariah Zahro, Sholihah Fatimatuz; Isroqunnajah, Isroqunnajah
An-Nahdloh: Journal of Education and Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Program Pascasarjana, Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/jeis.v1i2.59

Abstract

This study examines the concept of childfree from the perspective of contemporary Islamic jurisprudence by analyzing its legal, ethical, and maqasid al-shariah dimensions. The research aims to explore how Islamic law responds to modern reproductive choices, particularly the decision of married couples not to have children permanently or temporarily. Using a qualitative method through library research, data were collected from classical and contemporary fiqh literature, journals, books, and relevant academic sources. The findings show that although classical Islamic scholarship does not address childfree directly, discussions on ‘azl serve as a foundational reference for reproductive regulation. Contemporary scholars extend this discourse by assessing the motives, impacts, and maslahah of childfree decisions. From an ethical standpoint, childfree is permissible when based on mutual agreement, responsibility, and the avoidance of harm. Through the lens of maqasid al-shariah, childfree may be justified if it aims to protect life, mental health, economic stability, or prevent harm to potential offspring. The study concludes that Islam neither mandates nor prohibits having children, and the permissibility of childfree depends on clear, responsible considerations aligned with family welfare and Islamic ethical principles.   Keywords: Childfree, Contemporary Fiqh, Maqasid Shariah