Juliana Novly Ratuanik
Sekolah Tinggi Ilmi Kesehatan Husada Mandiri Poso

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Kesiapsiagaan Masyarakat Terhadap Bencana Banjir Di Desa Betalemba Kabupaten Poso Juliana Novly Ratuanik; Fauziah H.Tambuala; Virnawati Hi.Patang
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 7 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i7.1807

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang terjadi di banyak kota bahkan di seluruh dunia. Berdasarkan data dari Centre For Research On The Epidemiology Of Disaster (CRED) selama tahun 2015, banjir menjadi tingkat pertama pada peristiwa bencana diseluruh dunia dengan jumlah kejadian sebanyak 11 kejadian, dan kekeringan sebanyak 5 kejadian dalam setahun. Badan Nasional Penangulangan Bencana pada tahun 2021 mengemukakan banjir yang terjadi di Indonesia mencapai 1288 kali, bahkan pada tahun 2022 ( Januari - Maret) banjir telah terjadi sampai 379 kali. Dampak yang ditimbulkan oleh banjir tersebut diantranya mengakibatkan kerusakan hingga 141.795 rumah rusak, 3699 fasilitas publik, 509 kantor, dan 438 jembatan. Dampak dari bencana dapat dicegah dengan sikap kesiapsiagaan dari masyarakat itu sendiri. Salah satu yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan masyarakat untuk memiliki sikap kesiapsiagaan dengan dibekalinya pengetahuan agar tercipta sebuah aksi tindakan yang baik pada masyarakat dalam hal penanggulangan bencana. Tujuan: Untuk Mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana banjir di desa Betalemba Kabupaten Poso. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik pada pendekatan cross-sectional Studi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 1.070 orang dengan jumlah sampel yaitu 91 sampel. Instrumen yang digunakan Quesioner pengetahuan dan menggunakan analisis data uji statistic Chi-Square. Hasil : Uji Chi-Square, di peroleh nilai signifikan sebesar P= 0,023 dengan nilai signifikan <0,05. Hal ini menunjukan nilai p<a yang berarti adanya hubungan pengetahuan dengan sikap kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana banjir di desa Betalemba Kabupaten Poso. Kesimpulan : Penelitian ini mengungkap terdapat hubungan setelah di observasi tingkat pengetahuan terhadap sikap kesiapsiagaan pada masyarakat terhadap bencana banjir di desa Betalemba Kabupaten Poso, dengan di dapatkan hasil bahwa keseluruhan responden memiliki tingkat pengetahuan baik dengan skala kategori cukup sampai baik.
Hubungan Dukungan Keluaraga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Kayamanya Kecamatan Poso Kota Alma; Juliana Novly Ratuanik; Noviyana Arifin T
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.575

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang. Kepatuhan pasien dalam minum obat menjadi faktor penting dalam keberhasilan terapi, dan dukungan keluarga berperan besar dalam meningkatkan kepatuhan tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Kayamanya, Kecamatan Poso Kota. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien diabetes melitus yang berkunjung ke Puskesmas Kayamanya pada Januari–Mei 2025 sebanyak 233 orang, dengan sampel penelitian berjumlah 70 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Hensarling’s Diabetes Family Support Scale (HDFSS) untuk mengukur dukungan keluarga dan Morisky, Green, Levine Medication Adherence Questionnaire (MGL MAQ) untuk mengukur kepatuhan minum obat. Analisis data dilakukan menggunakan uji fisher’s exact test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia manula (>65 tahun) (35,7%), berjenis kelamin perempuan (77,1%), berpendidikan terakhir SMA (38,6%), bekerja sebagai IRT (71,4%), seluruh responden berstatus menikah (100%), dan mayoritas memiliki tiga anak (44,3%). Sebagian besar responden memperoleh dukungan keluarga tinggi (80,0%) dan menunjukkan kepatuhan minum obat baik (87,1%). Hasil uji fisher’s exact test diperoleh nilai p=0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat. Kesimpulan: Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus.
Keperawatan Bencana Sebagai Bagian Dari Sistem Penanggulangan Bencana: Tinjauan Sistematis Suparman, Suparman; Indiriadi, Indiriadi; Mulyadi, Dirga Dijaya; Ratuanik, Juliana Novly
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.634

Abstract

Latar Belakang: Keperawatan bencana merupakan komponen kunci dalam sistem penanggulangan bencana karena perawat terlibat pada seluruh fase manajemen bencana, mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan. Tingginya risiko bencana di Indonesia menuntut peran perawat yang kompeten dan terintegrasi dalam sistem penanggulangan bencana untuk menjamin keberlangsungan pelayanan kesehatan dan keselamatan masyarakat. Tujuan: Artikel ini merupakan tinjauan sistematis yang mensintesis kebijakan internasional (Sendai Framework dan WHO Health EDRM), kebijakan nasional Indonesia, serta bukti penelitian terkini mengenai peran, kompetensi, tantangan, dan upaya penguatan kapasitas keperawatan bencana. Metode: Penelitian ini menggunakan desain tinjauan sistematis dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data PubMed, Scopus, CINAHL, dan Google Scholar terhadap artikel berbahasa Inggris dan Indonesia yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan pendekatan sintesis tematik naratif. Hasil: Hasil tinjauan menunjukkan bahwa perawat berkontribusi signifikan dalam kesiapsiagaan komunitas, pelaksanaan triase, penanganan trauma dan non-trauma, dukungan kesehatan mental, serta rehabilitasi pascabencana. Namun, implementasi keperawatan bencana masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan kompetensi, kurangnya pelatihan berkelanjutan, dukungan organisasi yang belum optimal, serta perlindungan keselamatan kerja yang belum memadai. Kesimpulan: Keperawatan bencana merupakan bagian integral dari sistem penanggulangan bencana dan memerlukan penguatan melalui integrasi kurikulum keperawatan bencana, pelatihan berkelanjutan, dukungan kebijakan, serta penelitian lanjutan berbasis intervensi. Penguatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan perawat dan ketahanan sistem kesehatan dalam menghadapi bencana.