Penyakit akibat kerja menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, khususnya pada pekerja sektor industry kecil dan menengah seperti pengelasan. Proses pengelasan yang melibatkan berbagai bahaya seperti radiasi, percikan api, dan asap dapat menyebabkan gangguan kesehatan, termasuk penyakit pernafasan, kerusakan mata, dan musculoskeletal disorders. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit akibat kerja pada pekerja bengkel las di Kota Sibolga. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh pekerja dari 10 bengkel las yang ada di Kota Sibolga. Besar sampel sebanyak 92 pekerja yang diperoleh dengan metode total sampling. Pengumpulan data dengan pengisian kuisioner oleh responden. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square dengan signifikansi 95% dan multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja bengkel las di Kota Sibolga berisiko terkena penyakit akibat kerja yaitu sebanyak 70,7%. Analisis statistik menunjukkan bahwa umur, masa kerja, pengalaman kerja, penggunaan APD, dan beban kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan penyakit akibat kerja dengan nilai p-value di bawah 0,05. Berdasarkan hasil uji regresi logistik dapat diketahui bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap penyakit akibat kerja adalah variabel pengalaman kerja. Usia, lama kerja, pengalaman kerja, penggunaan APD dan beban kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan penyakit akibat kerja pada pekerja bengkel las di Kota Sibolga , dengan pengalaman kerja sebagai variabel yang paling berpengaruh terhadap penyakit akibat kerja pada pekerja bengkel las di Kota Sibolga.