Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Organik Bekatul Menjadi Pupuk Cair Sebagai Solusi Pupuk Pengganti Untuk Pertanian Mufarrihah, Iftitaahul; Lazulfa, Indana; Andriani, Anita; F, Reza Augusta Jannatul
Dinamis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/dinamis.v4i1.6068

Abstract

Limbah organik adalah limbah atau sampah yang berasal dari makhluk hidup, baik manusia, hewan maupun tumbuhan. Limbah organik dapat dimanfaatakan jika dikelola dengan prosedur yang benar. Limbah organik dapat mengalami dekomposisi (pelapukan) dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau. Salah satu limbah organik yang sering ditemui adalah bekatul. Bekatul adalah limbah hasil peggilingan padi yang belum banyak dimanfaaatkan. Salah satu usaha untuk memanfaatkan bekatul adalah dengan merubahnya menjadi pupuk cair sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengganti pupuk kimia. Tujuan dari pengolahan limbah ini adalah untuk mengurangi limbah bekatul yang ada di lapangan dan meningkatkan nilai ekonomi pada bekatul itu sendiri. Hasil dari kegiatan ini adalah pupuk cair hasil pengolahan limbah bekatul yang nantinya dapat digunakan sebagai pupuk pengganti untuk tanaman yang ada di ladang masyarakat.
Pengolahan Kedelai Menjadi Kerupuk: Langkah Nyata Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Andriani, Anita; Mufarrihah, Iftitaahul; Lazulfa, Indana; F, Reza Augusta Jannatul; Widoyoningrum, Sri
Dinamis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/dinamis.v4i2.8241

Abstract

Abstract: Pengolahan kedelai menjadi kerupuk merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian di Desa Sumber Teguh, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, yang dikenal dengan surplus kedelai. Meskipun kedelai merupakan komoditas yang melimpah, petani sering kali menjualnya dengan harga rendah karena kurangnya pengolahan yang meningkatkan nilai ekonomisnya. Melalui pelatihan pengolahan kedelai menjadi kerupuk, masyarakat diberikan keterampilan untuk mengolah kedelai menjadi produk yang lebih bernilai dan siap dipasarkan. Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai proses produksi, tetapi juga mencakup strategi pemasaran berbasis digital yang dapat membantu memperluas pasar produk lokal. Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan keterampilan dan pengetahuan peserta dalam mengolah kedelai menjadi kerupuk yang dapat dipasarkan secara efektif. Selain itu, program ini juga menciptakan peluang usaha baru yang berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. Dengan demikian, pengolahan kedelai menjadi kerupuk menjadi langkah nyata dalam pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.