Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TA’LIK TALAK DAN KORELASINYA DENGAN KONSEP MASHLAHAT PERSPEKTIF ABU ISHAK ASY-SYATIBI Imam, Sokhibul; Rokhim, Abdur; Jannati; Ikhlas Khusaeri , Heri
SAMAWA Vol 5 No 2 (2025): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marriage in Islam is part of the Prophet’s sunnah, not only as a form of worship but also as a legal institution, one aspect of which is the practice of ta’lik talak (conditional divorce) declared after the marriage contract. In Indonesia, this practice serves as a legal mechanism to protect wives from potential abuse of power by husbands. This study employs a qualitative method with a library research approach, drawing data from Abu Ishaq Al-Syatibi’s Al-Muwāfaqāt fī Uṣūl al-Sharī‘ah and relevant supporting literature. The results indicate that ta’lik talak is normatively justified under Article 45 paragraph 1 of the Compilation of Islamic Law (KHI) and aligns with the principle of maslahah (public interest) in Islamic legal theory. Ta’lik talak serves a dual function: as a moral reminder for the husband and as legal protection for the wife, preventing arbitrary actions and encouraging household harmony. According to Al-Syatibi, maslahah must protect essential human rights, serve collective good, and avoid subjective interests. Therefore, the practice of ta’lik talak embodies maqāṣid al-sharī‘ah (higher objectives of Islamic law), contributing to the realization of a harmonious and righteous family life. Keywords: Ta’lik Talak, Maslahah, Abu Ishaq Al-Syatibi, Compilation of Islamic Law
Pengaruh Teknologi terhadap Perkembangan Hukum di Indonesia Jannati; Kesuma Dinata, Ruhly
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i1.1093

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa transformasi besar dalam sistem hukum di Indonesia. Digitalisasi mencakup berbagai aspek, mulai dari regulasi hukum, sistem peradilan, hingga penegakan hukum. Artikel ini menganalisis bagaimana teknologi mendorong pembaruan regulasi seperti UU ITE dan UU PDP, serta penerapan sistem peradilan elektronik seperti e-Court dan e-Litigation. Di sisi lain, perkembangan ini juga menimbulkan tantangan seperti meningkatnya kejahatan siber, kesenjangan akses digital, rendahnya literasi hukum digital, serta ancaman terhadap privasi data. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis-normatif dengan metode analisis kualitatif berbasis studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun digitalisasi membawa efisiensi dan transparansi dalam sistem hukum, keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, dan reformasi regulasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor dan penguatan kebijakan menjadi kunci untuk mewujudkan sistem hukum digital yang adil dan inklusif.