p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal SOLMA
Abuk, Yolanda
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pencegahan Human Trafficking Melalui Sosialisasi Komunikasi Pastoral bagi Umat di Paroki Taklale-Kupang Abatan, Yofince; Un Bria, Florens Maxi; Abuk, Yolanda
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18347

Abstract

Background: Perdagangan manusia merupakan pelanggaran serius terhadap martabat dan hak asasi manusia, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang memiliki tingkat kerentanan tinggi akibat faktor ekonomi, pendidikan rendah, dan kurangnya informasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman awal masyarakat tentang bahaya perdagangan orang melalui pendekatan komunikasi pastoral di Paroki Sta. Maria Fatima Taklale. Metode: Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan penyuluhan dengan pendekatan edukatif kepada umat paroki. Pengukuran pemahaman dilakukan melalui instrumen pre-test dan post-test yang mencakup aspek kesadaran dan pemahaman dasar terkait perdagangan orang. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil: Hasil pre-test menunjukkan tingkat pemahaman awal peserta sebesar 60%, dan meningkat menjadi 96% pada post-test. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas metode komunikasi pastoral dalam memberikan pemahaman dasar kepada peserta. Namun, karena kesadaran adalah proses yang terbentuk secara berkelanjutan, hasil ini lebih tepat ditafsirkan sebagai indikator peningkatan pemahaman awal, bukan sebagai ukuran final dari kesadaran itu sendiri. Kesimpulan: Sosialisasi komunikasi pastoral mampu meningkatkan pemahaman dasar umat terhadap isu perdagangan manusia. Untuk membentuk kesadaran yang berkelanjutan, dibutuhkan kegiatan lanjutan dan pendampingan jangka panjang. Oleh karena itu, program serupa direkomendasikan untuk dilakukan secara berkala guna memastikan perubahan sikap dan perilaku dalam upaya pencegahan perdagangan orang.
Sosialisasi Kontekstual Nilai Kehidupan Para Kudus dalam Bingkai Kitab Suci dan Tradisi Gereja Un Bria, Florens Maxi; Abatan, Yofince; Abuk, Yolanda; Abatan, Kasmirus
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20804

Abstract

Background: Iman Katolik berakar pada Kitab Suci dan Tradisi Gereja yang menghadirkan para kudus sebagai teladan hidup Kristiani. Namun, banyak umat masih kurang memahami peran para kudus, sehingga menimbulkan miskonsepsi dalam devosi dan praktik iman. Di Bali, di mana umat Katolik dan Protestan menggunakan Gereja Oikumene secara bergiliran, persoalan ini sekaligus menegaskan pentingnya pendidikan iman yang inklusif dan ekumenis. Metode: Kegiatan dilaksanakan di Stasi St. Longginus Kepaon, Paroki Roh Kudus Denpasar-Bali, dengan melibatkan 30 peserta dari latar belakang pendidikan yang beragam. Pendekatan yang digunakan adalah Problem Based Learning (PBL) dan Community Based Research (CBR) melalui tahapan observasi awal, penyusunan materi kontekstual, ceramah interaktif, visualisasi hidup para kudus, refleksi kelompok kecil, serta evaluasi dengan pre-test dan post-test. Hasil: Program menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman iman umat, dari rata-rata nilai pre-test 56,3% menjadi 80,3% pada post-test, atau meningkat 24%. Peningkatan tertinggi tampak pada pemahaman tentang communio sanctorum, pembedaan antara penghormatan dan penyembahan, serta penerapan teladan para kudus dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulan: Pendekatan partisipatif dan kontekstual terbukti efektif dalam memperdalam aspek kognitif dan praksis iman. Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini mendorong umat untuk menghidupi nilai kekudusan dalam komunitas basis serta memperkuat semangat ekumene di Bali. Model ini dapat direplikasi di paroki lain sebagai strategi pendidikan iman yang kontekstual, aplikatif, dan transformatif.