Saputri, Inez Ramadhana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Jamako (Jamu Madu dan Ketumbar Penurun Kolesterol) Untuk Menurunkan Kadar Kolesterol Pada Lansia di Desa Tawang, Jawa Tengah Kusumawati, Yuli; Pratiwi, Betty Intan; Saputri, Inez Ramadhana; Putri, Yuliana Rahma; Wardani, Wening Wahyu; Setyaningrum, Amilia Putri; Rohman , Saiful; Wibowo, Chintya Putri; Febrian, Anggun Dyah; Nuraisyah, Shinta Ramadhania
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18886

Abstract

Pendahuluan: Pada tahun 2024, prevalensi kolesterol di Desa Tawang, Dusun II mencapai 76,9%, mayoritas diderita oleh lansia. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan kolesterol sejak usia muda akibat konsumsi makanan tinggi lemak dan minimnya aktivitas olahraga. Studi ini bertujuan untuk menurunkan kadar kolesterol pada lansia melalui pemberian air rebusan biji ketumbar dan madu. Biji ketumbar mengandung flavonoid dan madu mengandung niasin, keduanya berperan dalam menurunkan kadar kolesterol darah. Metode: Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, demonstrasi, pemberian ramuan, pemantauan, pengecekan kolesterol, dan evaluasi. Mitra kegiatan adalah bidan desa dan kader, dengan 35 peserta, 10 di antaranya memiliki kadar kolesterol tinggi. Hasil: Setelah konsumsi jamu selama 7 hari, 8 dari 10 lansia menunjukkan penurunan kadar kolesterol. Kesimpulan: Ramuan tersebut efektif menurunkan kadar kolesterol pada lansia.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI PRANIKAH KEPADA PEREMPUAN DEWASA AWAL MENGGUNAKAN MEDIA WHATSAPP Werdani, Kusuma Estu; Arifah, Izzatul; Umaroh, Ayu Khoirotul; Wijaya, Chayanita Sekar; Saputri, Inez Ramadhana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35804

Abstract

Abstrak: Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, keluarga berencana, dan pencegahan stunting dapat meningkatkan risiko kehamilan tidak direncanakan, komplikasi kehamilan, serta gangguan tumbuh kembang anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi pranikah secara online menggunakan media WhatsApp kepada perempuan usia dewasa awal. Kegiatan ini dapat mengembangkan hard skill berupa pemahaman kesehatan reproduksi dan soft skill dalam pengambilan keputusan serta kesadaran menjaga kesehatan diri. Kegiatan ini dilaksanakan selama tujuh hari pada bulan Agustus 2025 dengan tahapan pre-test, edukasi dengan media video, dan pos-test. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tentang kesehatan reproduksi dan kehamilan (13 pertanyaan), stunting (12 pertanyaan), dan keluarga berencana (16 pertanyaan). Metode yang digunakan adalah pendampingan pelatihan peserta untuk belajar mandiri menggunakan media video. Peserta pelatihan adalah perempuan usia >20 tahun yang bersedia mengikuti kegiatan sebanyak 27 orang. Media video berjumlah lima dengan durasi selama 3-5 menit untuk setiap videonya. Pengukuran efektivitas edukasi menggunakan Uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi dan pengetahuan keluarga berencana (p< 0,05), namun tidak pada pengetahuan tentang pencegahan stunting. Kegiatan ini membuktikan bahwa media sosial dapat menjadi sarana efektif dan efisien untuk edukasi kesehatan. Temuan ini mengisyaratkan bahwa mengintegrasikan edukasi pranikah berbasis digital ke dalam program kesehatan masyarakat dapat meningkatkan literasi kesehatan reproduksi pada perempuan usia subur. Abstract: Lack of knowledge about reproductive health, family planning, and stunting prevention can increase the risk of unplanned pregnancies, pregnancy complications, and child growth and development disorders. This community service activity aims to provide online education about premarital reproductive health using WhatsApp to young adult women. This activity can develop hard skills in the form of understanding reproductive health and soft skills in decision-making and awareness of maintaining personal health. This activity was carried out over seven days in August 2025 with pre-test, education using video media, and post-test stages. The instruments used are questionnaires on reproductive health and pregnancy (13 questions), stunting (12 questions), and family planning (16 questions). The method used is training assistance for participants to learn independently using video media. The training participants were 27 women aged over 20 years who were willing to take part in the activity. There were five videos, each lasting 3-5 minutes. The effectiveness of education was measured using the Wilcoxon test to see the difference in participants' knowledge before and after receiving education. The Wilcoxon test results showed an increase in reproductive health knowledge and family planning knowledge (p< 0.05), but not in knowledge about stunting prevention. This activity proves that social media can be an effective and efficient means of health education. These findings suggest that integrating digital-based premarital education into public health programs can improve reproductive health literacy among women of childbearing age.