Sejati, Karisma Wulan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potret Resiprositas Tradisi Hajatan Pada Masyarakat Desa Pagubugan Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap Nisa, Kanita Khoirun; Sejati, Karisma Wulan
Jurnal Humanitaria Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hum.v1i2.2558

Abstract

Masyarakat di pedesaan mempunyai karakteristik hidup bersama dengan menjunjung tinggi nilai gotong royong dan guyub rukun. Masyarakat menjalani kehidupan sosial secara berkelompok. Adanya kehidupan sosial tersebut memunculkan hubungan yang selaras dan harmonis diantara anggota masyarakat. Dalam masyarakat di pedesaan tersebut terdapat hubungan timbal balik yang biasa disebut oleh masyarakat yaitu resiprositas. Resiprositas yang terjadi di desa Pagubugan yaitu resiprositas dalam hajatan, atau budaya sumbang-menyumbang.  Penelitian ini bertujuan untuk melihat potret resiprositas pada masyarakat di desa Pagubugan Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa potret resiprositas di Desa Pagubugan merupakan suatu tradisi yang sudah melekat sejak jaman nenek moyang. Tidak hanya resiprositas dalam tradisi hajatan yang ada di Desa Pagubugan, namun ada budaya kematian, mitoni dan budaya saat tilik bayi. Dengan adanya sistem resiprositas yang diterapkan di Desa Pagubugan tersebut, menumbuhkan jiwa dan kepedulian sosial yang tinggi sehingga menjadikan masyarakat dapat hidup secara kekeluargaan.Kata Kunci: Resiprositas, Hajatan, Adat Istiadat
BERJUALAN DARI PERTEMUAN ARISAN KE SWALAYAN: Modal Sosial Perempuan dalam Mengembangkan UMKM Haza Chips di Kelurahan Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman Nisa, Kanita Khoirun; Napsiah, Napsiah; Sejati, Karisma Wulan
SOSEBI: Jurnal Penelitian Mahasiswa Ilmu Sosial Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/sosebi.v5i2.11512

Abstract

Abstrak: Haza Chips merupakan salah satu UMKM yang ada di Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. UMKM Haza Chips mulai dibentuk pada awal tahun 2023. Haza Chips mengalami pasang surut dalam proses pengelolaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana modal sosial berperan pada perempuan dalam mengembangkan UMKM Haza Chips. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Adanya UMKM Haza Chips, memunculkan partisipasi dari perempuan untuk berjualan dari Arisan ke Swalayan. Berawal dari hobi ketrampilan yang dimiliki oleh perempuan dengan memasak, maka menghasilkan nilai gula yang lebih dan meningkat. Hasil temuan menunjukkan bahwa kegiatan arisan tidak hanya berfungsi sebagai sarana simpan pinjam, tetapi juga sebagai ruang pembentukan solidaritas, pertukaran informasi, dan penguatan kapasitas sosial yang menjadi dasar terbentuknya usaha Haza Chips. Kata Kunci: modal sosial; perempuan; pengembangan; umkm. Abstract: Haza Chips is a micro, small, and medium enterprise (MSME) in Sinduharjo Village, Ngaglik District, Sleman Regency, Yogyakarta Special Region. The Haza Chips MSME was established in early 2023. Haza Chips has experienced ups and downs in its management process. The purpose of this study is to examine how social capital plays a role in the development of the Haza Chips MSME. The method used in this study is a qualitative method with a phenomenological approach. Data collection was carried out through observation and interviews. The existence of the Haza Chips MSME has given rise to women's participation in selling from Arisan to supermarkets. Starting from a hobby and skill possessed by women in cooking, it produces higher and increasing sugar value. The findings indicate that the arisan activity functions not only as a means of saving and borrowing, but also as a space for building solidarity, exchanging information, and strengthening social capacity, which is the basis for the formation of the Haza Chips business. Keywords: social capital; women; development; msmes.