Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penguatan Pendidikan Islam Melalui Nadhaman Syarifuddin, Asep; Magfiroh, Nia Daniyatul; Lestari SM, Nelis; Nugraha, Roni
AL-IBANAH Vol. 10 No. 2 (2025): Journal Al-Ibanah
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/2banah.v10i2.387

Abstract

Dalam tradisi keilmuan Islam, nadham digunakan sebagai metode efektif dalam menyampaikan dan menghafalkan materi keagamaan, seperti ilmu tauhid, fiqih, nahwu, dan akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengertian nadham serta implementasinya dalam konteks pendidikan pesantren dan isu-isu sosial keagamaan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka terhadap literatur berbahasa Indonesia yang membahas nadham, termasuk kitab "Aqidatul Awam", "Syifaul Ummah", dan "Mitsaq al-Madinah" karya KH. Taufiqul Hakim. Hasil kajian menunjukkan bahwa nadham tidak hanya memiliki fungsi edukatif dalam pengajaran klasik, tetapi juga adaptif dalam menyampaikan pesan-pesan moral, nasionalisme, dan moderasi beragama di era kontemporer. Dengan gaya penyampaian yang estetis dan mudah diingat, nadham menjadi media dakwah dan pendidikan yang relevan di berbagai kalangan masyarakat.
Penguatan Pendidikan Islam Melalui Nadhaman Syarifuddin, Asep; Magfiroh, Nia Daniyatul; Lestari SM, Nelis; Nugraha, Roni
AL-IBANAH Vol. 10 No. 2 (2025): Journal Al-Ibanah
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/2banah.v10i2.387

Abstract

Dalam tradisi keilmuan Islam, nadham digunakan sebagai metode efektif dalam menyampaikan dan menghafalkan materi keagamaan, seperti ilmu tauhid, fiqih, nahwu, dan akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengertian nadham serta implementasinya dalam konteks pendidikan pesantren dan isu-isu sosial keagamaan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka terhadap literatur berbahasa Indonesia yang membahas nadham, termasuk kitab "Aqidatul Awam", "Syifaul Ummah", dan "Mitsaq al-Madinah" karya KH. Taufiqul Hakim. Hasil kajian menunjukkan bahwa nadham tidak hanya memiliki fungsi edukatif dalam pengajaran klasik, tetapi juga adaptif dalam menyampaikan pesan-pesan moral, nasionalisme, dan moderasi beragama di era kontemporer. Dengan gaya penyampaian yang estetis dan mudah diingat, nadham menjadi media dakwah dan pendidikan yang relevan di berbagai kalangan masyarakat.
Dari Politik Simbolik ke Politik Substansial dalam Kebijakan Pendidikan Islam Kontemporer Ismail, Dudi; Apriani, Risa; Lestari SM, Nelis; Supriatin, Iit
Halaqa: Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2026): Halaqa : Journal of Islamic Education
Publisher : PT. Student RIhlah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61630/hjie.v2i1.43

Abstract

Islamic education policies in Indonesia over the past two decades have increasingly employed Islamic symbols within regulations and educational programs; however, these symbolic representations are not always accompanied by substantive transformations in epistemological orientation, curriculum design, and educational outcomes. This condition highlights the urgency of examining the relationship between symbolic politics and substantive politics in contemporary Islamic education policy. This study aims to analyze the patterns of symbolic politics in Islamic education policies, assess the degree of policy substantiveness, and propose a transition model toward more substantive policy frameworks. Employing a qualitative approach, this research utilizes library research and document analysis of Islamic education policies issued between 2014 and 2026. The analysis integrates Murray Edelman’s theory of symbolic politics with the maqāṣid al-sharī‘ah framework. The findings reveal that Islamic education policies remain predominantly symbolic, emphasizing normative legitimacy and administrative compliance, while substantively transformative policies remain limited and unevenly implemented. This article contributes a novel integrative analytical framework combining symbolic politics and maqāṣid al-sharī‘ah, along with a substantive policy transformation model. The findings imply that Islamic education policymaking must shift toward substantively oriented strategies that prioritize educational quality, institutional governance, and measurable learning outcomes.