p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ezra Science Bulletin
Richardvans
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAMPAK BROKEN HOME DALAM FOTOGRAFI EKSPRESI Suci Mulya Asdrianti; Richardvans
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.415

Abstract

Keluarga merupakan elemen penting dalam pembentukan kepribadian dan kesejahteraan emosional seorang anak. Anak yang tumbuh dalam keluarga harmonis cenderung memiliki perkembangan mental yang stabil, sementara anak dari keluarga broken home sering mengalami tekanan psikologis yang mendalam. Karya fotografi berjudul “Dampak Broken Home pada Fotografi Ekspresi” ini merupakan visualisasi dari pengalaman emosional pisokologis pengkarya yang tumbuh dalam keluarga tidak utuh. Proses penciptaan karya dilakukan dengan pendekatan fotografi ekspresi untuk menggambarkan berbagai dampak psikologis akibat broken home, seperti rasa takut, kehilangan, tekanan batin, dan proses penerimaan diri. Metode yang digunakan meliputi persiapan observasi, studi pustaka, dan wawancara sebagai dasar pemahaman sebelum pengambilan gambar serta pendekatas semiotika Roland Bhartes yang menggunakan dua tingkatan yaitu konotasi dan denotasi. Proses penciptaan menggunakan objek perempuan sebagai cerminan diri pengkarya dengan objek pendukung seperti tali, cermin, puzzle dan elemen simbolik lainnya. Hasil dari berbagai dampak broken home dari luka, trauma, proses penyembuhan sampai penerimaan, meskipun terdapat kendala dalam proses kreatif yang membatasi realisasi beberapa ide, melalui 20 karya fotografi yang dihasilkan, pengkarya berhasil menyampaikan secara menyeluruh berbagai bentuk tekanan batin dan perasaan yang dialami anak dari keluarga broken home. Karya ini berfungsi sebagai ekspresi diri sekaligus media edukasi untuk meningkatkan kesadaran akan dampak broken home terhadap perkembangan emosional anak. Adapun tujuan dari penciptan karya  yang berjudul dampak broken home ini adalah bagaiman memvisualkan dampak broken home dalam fotografi ekspresi dan terciptanya karya fotografi yang dapat dinikmati oleh masyarakat. pengkarya memilih judul karya penciptaan dampak broken home karena pengkarya tertarik menuangkan ke dalam sebuah karya fotografi ekspresi sebagai mengekspresikan diri sendiri dengan menggunakan konsep yang mewakili dampak broken home yang pengkarya alami.
CAR FREE DAY (CFD) DI PEKANBARU DALAM STREET PHOTOGRAPHY Hasdi, M Adrian; Richardvans
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.539

Abstract

Objek penciptaan tugas akhir ini adalah kegiatan car free day di Pekanbaru yang divisualkan melalui pendekatan street photography dengan konsep fotografi hitam putih. Penciptaan ini bertujuan untuk merekam berbagai aktivitas yang berlangsung selama pelaksanaan car free day meliputi kegiatan olahraga, aktivitas berdagang, dan hiburan, serta merekam ruang publik sebagai wadah interaksi sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat perkotaan. Metode penciptaan yang digunakan bersifat kualitatif melalui observasi langsung di lokasi car free day di Pekanbaru, pemotretan secara candid tanpa pengarahan, serta penerapan komposisi visual seperti rule of space dan juxtaposition dengan berbagai sudut pandang fotografi. Pendekatan genre street photography digunakan untuk menangkap momen-momen spontan dari awal hingga akhir pelaksanaan kegiatan secara apa adanya. Hasil penciptaan diwujudkan dalam 20 karya fotografi hitam putih yang disajikan berdasarkan wujud karya dan didukung oleh landasan teori fotografi jurnalistik, street photography, fotografi hitam putih, serta semiotika sebagai kerangka analisis visual. Karya-karya tersebut tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi visual, tetapi juga menyampaikan informasi dan pesan sosial. Kata Kunci: Car free day, Street photography, Hitam putih, Pekanbaru