Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan edukasi praeventif untuk mencegah relaps tb paru di wilayah kerja puskesmas sidomulyo tuah madani pekanbaru Chairil; Tri Siwi KN; Maswarni; Shinta Dewi Kasih Bratha; Dyah Wulan Ramadhani
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 9 No. 2 (2025): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v9i2.9595

Abstract

Pulmonary Tuberculosis (TB) is a contagious disease that remains a major public health concern due to its easy transmission and high risk of relapse, especially when patients do not complete their treatment. Factors such as low income, irregular medication adherence, and lack of understanding and support from family members are the main causes of relapse. According to data from Sidomulyo Tuah Madani Public Health Center in Pekanbaru City, cases of pulmonary TB are still being found, highlighting the need for continuous preventive (praevenire) education.This community service program aimed to improve the understanding of pulmonary TB patients and their families regarding relapse prevention through an educational approach. The 8-day activity, conducted between April and June, involved 10 patients divided into two groups (5 at 8:00 AM and 5 at 10:00 AM), with a total of 82 participants taking part in counseling and group discussions. Educational topics included the importance of medication adherence, therapy completion, quality of life improvement, and family involvement.The results showed an increase in participants' knowledge and awareness about the importance of completing TB treatment. Although family involvement varied, participants’ enthusiasm indicated that the educational activities were effective in increasing understanding of TB relapse prevention.
Hubungan Tekanan Cuff Endotracheal Tube Dengan Tingkat Nyeri Tenggorokan Pasca General Anastesi Masnun; Dyah Wulan Ramadhani; Kholifa Yanti; Syafrisar Meri Agritubella; Fathul Jannah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i12.2035

Abstract

Post Operative Sore Throat (POST) merupakan salah satu komplikasi paling sering terjadi setelah anestesi umum dengan intubasi endotrakeal. Meskipun bersifat minor, POST dapat menurunkan kenyamanan dan kepuasan pasien terhadap pelayanan anestesi. Salah satu faktor mekanis yang berperan dalam terjadinya POST adalah tekanan cuff Endotracheal Tube (ETT), yang apabila tidak dikontrol dengan baik dapat menyebabkan iskemia dan inflamasi mukosa trakea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tekanan cuff Endotracheal Tube dengan tingkat nyeri tenggorokan pasca general anestesi menggunakan ETT di recovery room. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 68 pasien pasca general anestesi menggunakan ETT yang dirawat di Recovery Room Rumah Sakit Prima Pekanbaru, dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi yang mencakup karakteristik responden, tekanan cuff ETT, dan skala nyeri tenggorokan (POST). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Kendall’s Tau dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (51,5%), berusia 36–45 tahun (47,1%), dan mengalami lama terintubasi lebih dari 60 menit (55,1%). Sebagian besar responden menggunakan tekanan cuff 25 mmH₂O (47,1%) dan mengalami nyeri tenggorokan kategori sedang (36,8%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan kuat antara tekanan cuff ETT dengan tingkat nyeri tenggorokan pasca operasi (p = 0,001; r = 0,715). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dan searah antara tekanan cuff Endotracheal Tube dan tingkat nyeri tenggorokan pasca general anestesi. Semakin tinggi tekanan cuff ETT, semakin tinggi derajat nyeri tenggorokan yang dialami pasien