Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH MODEL PAIRED STORY TELLING BERBANTUAN MEDIA APLIKASI DORA (Dongeng Nusantara) TERHADAP KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG PADA SISWA KELAS IV SD Auliyah Indah Ningtias; Arifin Ahmad; Miranty Fretysia; Maya Destari; Tira Septiani; Winda Widiastuti
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 2 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/cendikia.v2i2.895

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia mencangkup beberapa komponen bahasa yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Salah satu komponen yang paling penting dari beberapa komponen tersebut adalah menyimak. Untuk mencapai aspek tersebut guru harus menggunakan model dan media pembelajaran yang mendukung. Salah satunya yaitu model pembelajaran kooperatif tipe paired storytelling berbantun berbantuan media aplikasi DORA. Penggunaan model dan media ini memberikan dampak yang bagus terhadap keterampilan menyimak peserta didik disekolah dasar melalui penelitian yang sudah dilakukan dengan hasil uji effect size sebesar 0.53 dengan kategori tergolong besar.
The Role of Educational Management in Developing Teachers' Digital Competencies as the Key to Successful Technology-Based Learning Wigiyantini, Meti; Asep Rahmat Kurnia; Rohayanah; Winda Widiastuti; Nuryaningsih Pulungan; Maman Suryaman
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 02 (2026): April 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i02.8760

Abstract

The rapid advancement of digital technology has reshaped the educational landscape, yet many elementary school teachers still struggle to integrate technology effectively into instruction. This research addresses the gap between managerial support and teachers’ digital competence in achieving successful technology-based education. Guided by educational management theory and the digital competence framework, this study analyzes how the role of educational management and teachers’ digital skills affect learning success. Using a quantitative explanatory survey involving 105 elementary school teachers in Karawang Regency, data were collected through a five-point Likert-scale questionnaire and analyzed using SPSS. The results show that both variables significantly influence technology-based learning success (p = 0.000, R² = 0.684). These findings highlight that visionary and adaptive school management, combined with strong teacher digital competence, are key drivers of educational transformation. The study contributes theoretically to the discourse on digital pedagogy and, practically, to strengthening managerial strategies in digital-era schooling. Keywords: educational management, teachers' digital competencies, technology-based learning, educational transformation
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Peningkatan Perilaku Kesehatan Reproduksi Pada Siswa di SMKN 1 Sarjo : The Effect of Health Education on Improving Reproductive Health Behavior Among Students at SMKN 1 Sarjo Nurlayla Aminudddin; Ilham Akbar; Adwan; Dela Safitri; Yayu Alinda; Yeni Yulita Lapore; Siti Suhra Sulaiman; Sahpur; Winda Widiastuti; Munir Salham; Indra Afrianto; Fathurahmi F. Rum
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9844

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan isu penting yang perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan pencegahan perilaku berisiko, kehamilan tidak diinginkan, dan infeksi menular seksual. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa/siswi di SMKN 1 Sarjo, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu. Penelitian menggunakan desain pre-experimental one group pretest–posttest dengan jumlah sampel 30 siswa yang dipilih secara purposive. Intervensi berupa penyuluhan kesehatan reproduksi menggunakan media leaflet, mencakup materi pengertian kesehatan reproduksi, cara menjaga kebersihan organ reproduksi, serta pencegahan perilaku seksual berisiko. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan tindakan sebelum dan sesudah penyuluhan, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang bermakna pada ketiga variabel. Secara kategorikal, proporsi pengetahuan baik meningkat menjadi 93,3% responden setelah penyuluhan dan tidak ada lagi responden dalam kategori kurang. Secara rerata, skor pengetahuan naik dari 8,53 (SD 1,167) menjadi 9,67 (SD 0,606) dengan Asymp.Sig 0,000 (p < 0,05). Skor sikap meningkat dari 40,77 (SD 4,946) menjadi 49,07 (SD 1,081) dengan perbedaan mean 8,300 dan Asymp.Sig 0,000 (p <0,05). Skor Tindakan naik dari 41,87 (SD 6,574) menjadi 49,10 (SD 0,995) dengan selisih 7,233 dan Asymp.Sig 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan reproduksi efektif meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap yang lebih positif, serta mendorong tindakan siswa ke arah perilaku kesehatan reproduksi yang lebih baik, sehingga layak direkomendasikan sebagai program rutin dan diperluas ke sekolah lain.