Asih Purwanti, Desi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KETERLIBATAN AYAH DALAM MEMBERIKAN PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN SEKSUAL PADA ANAK DI KECAMATAN PENGKADAN Asih Purwanti, Desi; Riana, Eka
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i4.991

Abstract

Latar Belakang: Kekerasan pada anak tengah marak terjadi diseluruh dunia, orang tua memiliki peran dalam memberikan informasi, arahan, dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan seksual pada anak secara benar. Anak akan terbebas dari kekerasan seksual jika dilakukan pencegahan dengan memberikan pendidikan secara terus menerus dan berkeseinambungan. Tujuan: Mengetahui keterlibatan ayah dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual pada anak di Kecamatan Pengkadan. Metode: Penelitian mix method dengan pendekatan concurrent embedded stategy dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dan wawancara terhadap 84 responden. Teknik pengambilan sampel kuantitatif menggunakan consecutive sampling dan sampel kualitatif menggunakan purposive sampling. Menggunakan kuesioner keterlibatan ayah dalam memberikan pendidikan pada anak yang sudah divalidasi dan panduan wawancara. Hasil: Keterlibatan ayah dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual mayoritas memiliki nilai pada kategori cukup yaitu sebanyak 71 (84,5%) orang dan kategori baik sebanyak 13 (15,5%) orang ayah. Bentuk keterlibatan ayah juga mencakup 4 dari 5 komponen keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak yaitu positive activity engagement, warmth-responsiveness, control dan process responsibility. Kesimpulan: Mayoritas ayah sebagai responden memiliki keterlibatan cukup sehingga diharapkan untuk meningkatkan peran memberikan pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual pada anak laki-laki maupun perempuan.
HAMBATAN AYAH DALAM MEMBERIKAN PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN SEKSUAL PADA ANAK DI KECAMATAN PENGKADAN KAPUAS HULU Asih Purwanti, Desi; Yuliarti , Yayu
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1339

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual merupakan suatu proses pemberian informasi yang komprehensif dan terstruktur mengenai perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan. Informasi yang diberikan pada masa anak cenderung lebih mudah dipahami, diingat, dan tertanam dalam jangka panjang. Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia pada tahun 2025 masih menunjukkan angka yang memprihatinkan dan menjadi isu serius dalam perlindungan anak. Masalah pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual masih dianggap tabu dikalangan masyarakat dan dibicarakan di depan anak-anak apalagi untuk mengajarkannya kepada anak (Fantaye et al., 2020). Perlu adanya kerjasama yang baik antara ibu dan ayah untuk dapat berkomunikasi dengan baik terhadap anak mengenai pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual. Hambatan yang dihadapi ayah dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual pada anak merupakan fenomena yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari aspek individu, sosial, maupun budaya. Tujuan: untuk mengetahui hambatan ayah dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual pada anak di Kecamatan Pengkadan. Metode: menggunakan pendekatan kualitatifdengan teknik purposive sampling dalam pemilihan sampel. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam (in-depth interview), dan analisis data menggunakan data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil: hambatan dalam memberikan pendidikan reproduksi dan seksual pada anak ditemukan 2 kategori temuan yaitu hambatan internal dan hambatan eksternal. Kesimpulan: Hambatan internal yang dirasakan ayah dari segi penyampaian pada anak dari penyesuaian bahasan serta bentuk cara penyampaiannya, kemudian hambatan eksternal berupa jenis kelamin dan umur anak, menganggap pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual merupakan hal yang sensitif, perubahan zaman dan tabu.