Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Transformasi Kinerja Pelayanan Jalur Sepeda Pasca Pandemi COVID-19 di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung Iscahyono, Achmad Fauzan; Rizki, Muhammad; Putri, Siti Calulla
Jurnal Deformasi Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/nce9t205

Abstract

Munculnya pandemi virus corona (COVID-19) telah meningkatkan tren bersepeda. Selain dianggap sebagai suatu pilihan yang aman untuk menjaga jarak fisik selama pandemi, bersepeda juga diminati karena berbagai manfaat kesehatannya. Namun, pada kondisi pasca pandemi, karakteristik pola pergerakan pesepeda di Kota Bandung mengalami penurunan, terutama pada aspek jarak tempuh dan waktu tempuh. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi transformasi kinerja pelayanan jalur sepeda pasca pandemi COVID-19 di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan pendekatan komparatif. Perhitungan kinerja pelayanan jalur sepeda menggunakan metode Bicycle Level of Service (BLOS). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi transformasi atau perubahan pada kinerja pelayanan jalur sepeda di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung antara pada saat kondisi pandemi dan pasca pandemi COVID-19. Transformasi yang dimaksud adalah terjadinya penurunan kinerja pelayanan jalur sepeda di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung pada saat pasca pandemi COVID-19
Persebaran Fasilitas Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Negeri dan Keterjangkauannya terhadap Kawasan Permukiman di Kota Bandung Iscahyono, Achmad Fauzan; Putri, Siti Calulla; Safitri, Nur Diana
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 22, No 1 (2026): JPWK Volume 22 No. 1 March 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v22i1.78469

Abstract

Penerapan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berfungsi untuk meningkatkan pemerataan akses pendidikan, namun masih menghadapi permasalahan berupa ketimpangan distribusi sekolah dan keterjangkauan layanan pendidikan di kawasan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persebaran fasilitas pendidikan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) dan keterjangkauannya terhadap kawasan permukiman di Kota Bandung berdasarkan jaringan jalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mengidentifikasi jangkauan pelayanan sekolah serta analisis space syntax untuk mengukur aksesibilitas jaringan jalan melalui indikator connectivity, integration, dan intelligibility. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran fasilitas pendidikan SMPN di Kota Bandung masih belum merata. Hal ini ditunjukkan dengan masih terdapatnya wilayah yang belum terlayani oleh radius zonasi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh konsentrasi fasilitas Pendidikan SMPN yang masih terpusat pada wilayah tertentu serta adanya kecamatan yang belum memiliki SMPN. Namun, fasilitas pendidikan SMPN telah didukung oleh jaringan jalan yang memiliki tingkat keterhubungan dan aksesibilitas yang baik. Temuan ini menunjukkan bahwa keterjangkauan fasilitas pendidikan tidak hanya dipengaruhi oleh persebaran lokasi SMPN, tetapi dipengaruhi juga oleh struktur jaringan jalan yang memengaruhi kemudahan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan.
DAMPAK REAKTIVASI STASIUN WANARAJA TERHADAP KINERJA SIMPANG JALAN CIKOLE DAN JALAN RAYA WANARAJA DI KABUPATEN GARUT Iscahyono, Achmad Fauzan; Khairullah, Rafi Arqam; Putri, Siti Calulla
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i1.33667

Abstract

The reactivation of Wanaraja Railway Station was carried out in March 2022 after 39 years of dormancy since 1983. With the reactivation of Wanaraja Railway Station, this is estimated to affect the intersection performance at the intersection of Cikole Street and Wanaraja Highway where the instersection is the road most often passed to get to the station. This purpose of this research is to identify the impact of reactivation of Wanaraja Railway Station on the intersectioin performance of Cikole Street and Wanaraja Highway by calculating the degree of saturation, delay, and queuing opportunities. This research uses a quantitative descriptive approach and intersection performance analytical method refers to Indonesia Highway Capacity Manual (PKJI) 2014. The results of the analysis show that the performance of the intersection of Cikole Street and Wanaraja Highway has increased that is on degree of saturation value from 0.49 to 0.74. The increase also occurs in the value of intersection delays and queue opportunities. This is because no substantial impact has been observed from the reactivation of Wanaraja Railway Station on the performance of the intersection of Cikole Street and Wanaraja Highway. Abstrak Reaktivasi Stasiun Wanaraja dilakukan pada bulan Maret 2022 setelah 39 tahun lamanya tertidur sejak tahun 1983. Reaktivasi Stasiun Wanaraja diperkirakan akan memengaruhi kinerja simpang di persimpangan Jalan Cikole dan Jalan Raya Wanaraja di mana persimpangan tersebut merupakan jalan yang paling sering dilewati untuk menuju stasiun tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak reaktivasi Stasiun Wanaraja terhadap kinerja simpang Jalan Cikole dan Jalan Raya Wanaraja dengan memperhitungan derajat kejenuhan, tundaan, serta peluang antrian. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif serta metode analisis kinerja lalu lintas simpang mengacu kepada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) tahun 2014. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja simpang Jalan Cikole dan Jalan Raya Wanaraja mengalami peningkatan yaitu pada nilai derajat kejenuhan dari 0,49 menjadi 0,74. Peningkatan juga terjadi pada nilai tundaan simpang dan peluang antrian. Hal tersebut dikarenakan belum ada dampak yang signifikan dari reaktivasi Stasiun Wanaraja terhadap kinerja simpang Jalan Cikole dan Jalan Raya Wanaraja.