Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH FAKTOR MAKROEKONOMI TERHADAP FINANCIAL DEEPENING DI INDONESIA Maulida, Najwa
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 5 No. 7 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor makroekonomi, yaitu Foreign Direct Investment (FDI), keterbukaan perdagangan, nilai tukar, dan inflasi, terhadap kondisi financial deepening di Indonesia. Financial deepening merupakan proses peningkatan signifikan dalam akumulasi aset keuangan yang menunjukkan perluasan sistem keuangan dan peningkatan akses terhadap layanan keuangan. Studi ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari tahun 2013 hingga 2021. Analisis dilakukan dengan menghitung volatilitas menggunakan standar deviasi untuk menilai fluktuasi pada setiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FDI dan keterbukaan perdagangan memiliki pengaruh positif terhadap financial deepening, sementara nilai tukar dan inflasi yang berfluktuasi dapat menghambat proses pendalaman keuangan. Temuan ini menekankan pentingnya stabilitas makroekonomi dan kebijakan yang mendukung untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan sektor keuangan dan peningkatan inklusi keuangan di Indonesia.
Ancaman Deforestasi Terhadap Keberhasilan Net Zero Emission 2060 Maulida, Najwa; Rhamadhani, Luthviatul Fitriya; Dwinar, Adelia; Dewi, Lorensia Ayu Kusuma
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 3 (2025): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v2i3.339

Abstract

Net Zero Emission (NZE) adalah suatu keadaan di mana jumlah emisi gas rumah kaca yang dilepaskan ke udara seimbang dengan jumlah yang diserap kembali oleh alam atau melalui teknologi. Indonesia telah menargetkan NZE pada tahun 2060 sebagai bagian dari komitmen global untuk mengatasi perubahan iklim sesuai dengan Perjanjian Paris. Akan tetapi, tingginya angka deforestasi menjadi tantangan utama dalam mencapai target tersebut. Penggundulan hutan mengurangi kemampuan penyerapan karbon alami dan juga meningkatkan emisi akibat perubahan penggunaan lahan dan pembakaran bahan organik. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara deforestasi dan pencapaian NZE 2060, serta menilai pelaksanaan kebijakan hukum lingkungan dalam mengatasi deforestasi. metode yang digunakan adalah kualitatif normatif melalui kajian pustaka mengenai beragam peraturan nasional dan internasional, dokumen lembaga, serta sumber akademik. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa meskipun Indonesia memiliki berbagai regulasi seperti UU No. 32 Tahun 2009, UU No. 41 Tahun 1999, dan FoLU Net Sink 2030, penerapannya tetap belum maksimal. Tantangan utama meliputi lemahnya penegakan hukum, korupsi, konflik agraria dengan masyarakat lokal, serta tekanan ekonomi global terhadap komoditas seperti sawit dan kayu. Di samping itu, keberhasilan kebijakan juga sangat tergantung pada kapasitas institusi, dukungan dana, dan keterlibatan masyarakat. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa untuk mencapai NZE 2060, Indonesia perlu reformasi kebijakan lingkungan yang lebih tegas, penegakan hukum yang efisien, kerja sama antar sektor, serta dukungan internasional yang berkelanjutan dalam bentuk dana, teknologi, dan peningkatan kapasitas lokal.
Macroeconomic Determinants of Coal Exports in Indonesia Amid Global Economic Volatility Maulida, Najwa; Eko Prasetyo, P
Journal of Social Research Vol. 5 No. 3 (2026): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v5i3.3039

Abstract

This study analyzes the influence of international coal prices, the IDR/USD exchange rate, interest rates, and China's economic growth on the value of Indonesia's coal exports using the autoregressive distributed lag (ARDL) approach. Data from the 2010–2024 period was used to capture short-term and long-term dynamics relevant to the character of the energy commodity market. The estimation results show that international coal prices have a significant positive effect both in the short and long term, underscoring the role of global prices in determining the export performance of primary commodities. However, the exchange rate has a negative effect in the long term, indicating high import content during the production process; thus, rupiah depreciation increases operational costs in the mining sector. Since Indonesia's exports are highly dependent on China's energy demand as a major trading partner, China's economic growth has a significant positive effect on both time horizons. Meanwhile, interest rates did not significantly affect exports. The significant and large error correction value ensures an adjustment mechanism toward long-term equilibrium. This research provides new knowledge related to export policy and risk management for Indonesia's coal sector amid global economic volatility.