Diya Ayu Solehah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dimensions In The Short Story “Jangan Masuk Hutan Itu!” By Ayu Prawitasari: A Critical Discourse Analysis Of Van Dijk’s Model Diya Ayu Solehah; Tri Wulandari; Ike Sephia As’at Jody; Hanifullah Syukri
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v6i01.10570

Abstract

This research aims to uncover the implied meaning in the short story “Jangan Masuk Hutan Itu!” by Ayu Prawitasari, utilizing Van Dijk's critical discourse analysis model, which encompasses three dimensions: text, social cognition, and social context. This research employed a qualitative descriptive method, collecting data through documentation techniques and analyzing it using a critical discourse approach. The results of the analysis show that this short story displays themes of fear, loss, and mystery through the symbolization of the forest as an uncontrollable force of nature. In the text dimension, the short story reveals the helplessness of the main character in facing the mysterious forest threat. In terms of social cognition, this short story is influenced by the author's personal experience, which implicitly raises feminist discourse, in which female characters struggle to face life's dilemmas without relying on others. The social context in the story reflects the modern social reality of women's freedom in making their life choices. This research contributes to enriching the study of critical discourse analysis, particularly in understanding how literary texts engage with social reality and the author's ideology.   Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan makna tersirat dalam cerpen "Jangan Masuk Hutan Itu!" karya Ayu Prawitasari menggunakan model analisis wacana kritis Van Dijk, yang mencakup tiga dimensi: teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan pendekatan wacana kritis. Hasil analisis menunjukkan bahwa cerpen ini menampilkan tema ketakutan, kehilangan, dan misteri melalui simbolisasi hutan sebagai kekuatan alam yang tidak terkendali. Pada dimensi teks, cerpen mengungkap ketidakberdayaan tokoh utama dalam menghadapi ancaman hutan yang misterius. Dari sisi kognisi sosial, cerpen ini dipengaruhi oleh pengalaman pribadi penulis, yang secara implisit mengangkat wacana feminis, di mana tokoh perempuan berjuang untuk menghadapi dilema hidup tanpa bergantung pada orang lain. Konteks sosial dalam cerita mencerminkan realitas sosial modern tentang kebebasan perempuan dalam menentukan pilihan hidupnya. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian analisis wacana kritis, khususnya dalam memahami bagaimana teks sastra dapat berinteraksi dengan realitas sosial dan ideologi penulis.
Penerapan Teknologi Bioflok sebagai Solusi Budidaya Ikan dan Kangkung pada Lahan Sempit untuk Mendukung Kemandirian Pangan Keluarga Furqon Abdalla; Conny Aprilia Ika Kusumawati; Muhammad Rifky Abhiseka; Jeny Bintang Jelita Febyanto; Diya Ayu Solehah; Yogi Chusni Mubarok; Fatma Salsabila; Rissa Lestara Alsamendi; Zhura Nur Fadhil Hermayani; Meza Sheril Berlian Jati; Gusmira Anisa Putri; Syifa Rahmania Putri
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan lahan produktif di wilayah pedesaan menjadi tantangan dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan keluarga. Optimalisasi lahan sempit melalui inovasi budidaya terpadu menjadi alternatif strategis yang aplikatif dan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teknologi bioflok yang diintegrasikan dengan budidaya kangkung sebagai solusi pemanfaatan lahan sempit dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Slagi, Kecamatan Pakis Aji. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui survei kebutuhan masyarakat, sosialisasi, pelatihan pembuatan kolam bioflok berbahan terpal, praktik budidaya ikan lele dengan sistem padat tebar tinggi, serta pendampingan pengelolaan kualitas air dan integrasi tanaman kangkung sebagai sistem akuaponik sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sistem bioflok, kemampuan memproduksi ikan secara efisien dengan penggunaan air minimal, serta pemanfaatan limbah nutrien untuk pertumbuhan kangkung. Program ini juga memberikan dampak terhadap peningkatan akses sumber protein hewani dan sayuran keluarga serta membuka peluang tambahan pendapatan rumah tangga. Penerapan teknologi bioflok terintegrasi tanaman sayuran berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis ketahanan pangan yang adaptif terhadap keterbatasan lahan dan sumber daya. ​​Program ini turut mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2, SDG 3, SDG 12, dan SDG 14, sehingga berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.