Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Kasus Dampak Pelecehan Oleh Keluarga Dekat Pada Perempuan Haspi, Nurlaila; Haerani Nur; Irdianti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i5.9677

Abstract

Pelecehan seksual dapat terjadi kapanpun, dimanapun tidak mengenal tempat, waktu, ras, bahkan jenis kelamin. Beberapa data menunjukkan bahwa kebanyakan korban pelecehan seksual adalah perempuan dan pelecehan seksual dapat dilakukan oleh orang asing, bahkan pelaku bisa berasal dari keluarga terdekat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menelusuri mengapa bisa terjadi, bagaimana dampak yang ditimbulkan, dan bagaimana korban mengatasi dampak dari kejadian yang dialami. Partisipan dalam penelitian ini adalah 2 perempuan dewasa awal yang pernah mengalami pelecehan seksual dari lingkup keluarganya dan 3 significant other. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa faktor pendukung terjadinya pelecehan seksual yaitu yang pertama dari sisi pelaku seperti, paparan pornografi, adanya kesempatan, dan faktor kedua yaitu dari sisi korban seperti kurangnya rasa waspada terhadap pelaku, dan pemahaman korban mengenai pelecehan seksual. Dampak yang dialami memberikan pengaruh pada kehidupan korban mulai dari segi psikologis seperti stres, hilangnya rasa percaya diri, perasaan bersalah, hingga trauma pada lawan jenis, dan dampak segi sosial seperti mengisolasi diri, sulit bersosialisasi tidak hanya itu, dampak lain yang dialami korban yaitu penurunan prestasi akademik. Adapun cara korban mengatasi dampak yang ditimbulkan yaitu dengan cara mengalihkan perhatian dan bersikap terbuka. Implikasi dalam penelitian ini adalah memberi pengetahuan mengenai dampak pelecehan seksual yang dilakukan oleh keluarga dekat sehingga masyarakat bisa menyadari dan mencegah terjadinya pelecehan seksual dalam lingkup keluarga. Kata Kunci: Pelecehan seksual, Perempuan, Keluarga
Integrative Review: Peran Subjective Well-Being dalam Mencegah Kenakalan Remaja Haspi, Nurlaila; Nur, Haerani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5886

Abstract

Kenakalan remaja merupakan masalah sosial global yang terus meningkat dan ditandai dengan perilaku menyimpang seperti kekerasan, pencurian, penyalahgunaan zat, dan tindakan antisosial lainnya. Fenomena ini mengancam stabilitas sosial dan kesejahteraan generasi muda. Meskipun berbagai program intervensi telah dilakukan, tingkat kenakalan remaja masih tetap tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan alternatif yang komprehensif dan menekankan faktor-faktor protektif psikologis, khususnya kesejahteraan subjektif, yang selama ini sering terabaikan dalam penanganannya. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis berbagai hasil penelitian mengenai peran kesejahteraan subjektif dalam mengatasi kenakalan remaja melalui pendekatan literatur naratif dengan menggunakan 15 artikel internasional yang diterbitkan antara tahun 2016 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa subjective well-being berperan penting sebagai faktor protektif psikologis dalam mencegah perilaku kenakalan remaja. Secara umum, remaja dengan tingkat kesejahteraan subjektif yang tinggi memperlihatkan kemampuan regulasi emosi yang lebih baik, rasa optimisme terhadap masa depan, serta orientasi hidup yang positif. Kondisi ini membuat mereka lebih mampu menahan dorongan untuk melakukan tindakan agresif atau menyimpang dari norma sosial. Temuan penelitian ini menggarisbawahi pentingnya integrasi promosi kesejahteraan subjektif dalam program pencegahan kenakalan remaja yang komprehensif, berbasis sekolah, keluarga, komunitas spiritual, dan kebijakan sosial. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dan berkelanjutan dalam mengatasi fenomena kenakalan remaja di era modern.