Muhammad Auliya Rahman
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Cross-Sectional Analysis of Rayon Fiber Exposure and Lung Function Among Weavers in Pemalang, Indonesia Sulistiyani; Mursid Raharjo; Nikie Astorina Yunita Dewanti; Retno Murwani; Muhammad Auliya Rahman
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN Vol. 18 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkl.v18i1.2026.26-35

Abstract

Introduction: Sarung Goyor is one of the popular textile industries in Indonesia. The manual production process results in the release of a high number of dust particles into the air, including rayon fibers, which are a major component of the fabric. Inhaling fine fibers causes respiratory tract irritation and impaired lung function. There hasn't been much research exploring rayon dust exposure related to small-scale weaving crafts. This study aims to find a relationship between rayon fibers and lung function among sarong weavers in Indonesia. Methods: A cross-sectional study was carried out at the Sarung Goyor Industry Center North Wanarejan, Pemalang, involving 101 male weavers. The data collected includes total dust and inhalable dust levels, lung function values, and ventilation area.Dust sampling was performed using the Hi-Q HVP-2000 and SKC PCXR 8000, and lung function values were measured using the Spiro LAB III according to ATS standards. Data were analyzed using the Kolmogorov-Smirnov test and correlation test. Results and Discussion: 78% of respondents experienced impaired lung function, obstructive 22%, restrictive 46.5%, and mixed 18.8%. There is a strong relationship between age and restriction (p = 0.001) as well as inhaled dust and restriction (p = 0.026). A statistically significant inverse association was identified between ventilation area and the presence of obstructions. Conclusion: Rayon has a significant impact on lung function, causing restriction and obstruction over time. Therefore, it is essential to advocate for improved workplace ventilation and the consistent use of protective masks among weavers.
BENTUK PENYAJIAN, BENTUK MUSIK DAN UNSUR ESTETIKA MUSIK TERBANG AL-FALAH DI KECAMATAN KUNIR Muhammad Auliya Rahman
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 3 No. 1 (2025): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, Edisi Januari-Juni 2025
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/8qdn3n76

Abstract

Kesenian terbang merupakan sebuah musik yang bernafaskan Islami yaitu dengan melantuntan Sholawat Nabi dengan di iringi alat tabuhan tertentu. Secara historis musik terbang sudah dikenal sejak masa Nabi Muhammad SAW, hal ini terlihat pada penyambutan kaum Anshar kepada Nabi Muhammad SAW saat sampai di Madinah setelah hijrah dari Makkah. Kesenian terbang ini muncul seiring dengan masuknya Islam di Indonesia yang di bawa oleh pendatang dari wilayah Timur Tengah. Dalam memainkan musik terbang bukan hal yang mudah. Namun untuk melatih kemampuan memainkan musik terbang harus diperlukan kekompakan dalam bermain musik terbang. Menyadari pentingnya seni musik terbang dalam kehidupan masyarakat, maka perlu dikembangkan dan dilestarikan agar generasi penerus dapat menikmati kesenian daerah sebagai kekayaan budaya bangsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk penyajian musik terbang Al-Falah di Kecamatan Kunir, termasuk urutan sajian, tata suara, tata panggung, tata busana, dan formasi, serta menganalisis unsur estetika yang terdapat dalam musik tersebut. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data diperoleh dari observasi, wawancara terstruktur dan tidak struktur, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang terdiri dari analisis data sebelum di lapangan, dan analisis data di lapangan. Hasil dari penelitian ini bahwa pada bentuk penyajian musik terbang Al-Falah di Kecamatan Kunir terdiri dari urutan sajian, tata suara, tata panggung, tata busana, dan formasi. Sedangkan bentuk musik terbang Al-Falah menggunakan aransemen dengan pola intro-chorus-verse-bridge-chorus-coda. Pada bentuk musik tersebut terdapat unsur estetika yang di dalamnya terdapat elemen-elemen penting diantaranya irama, melodi, syair, ekspresi, dan struktur dasar.