Muhammad Auliya Rahman
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SURVEI PRATIK MICROTEACHING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAJAR CALON PENDIDIK SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS Muhammad Auliya Rahman; Dela Devita; Annisa Purwanggi
Walada: Journal of Primary Education Vol. 4 No. 2 (2025): IN PROGRESS
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v4i2.381

Abstract

Pendidikan inklusif yang mengupayakan akses dan partisipasi penuh bagi semua anak termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) menjadi paradigma yang semakin relevan secara global dan nasional. Keberagaman jenis ABK seperti tunanetra, tunagrahita, tunarungu, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, cerebral palsy, autisme, anak berbakat, gangguan Rett, Asperger, lamban belajar, hingga ADHD, menuntut kemampuan mengajar yang sangat spesifik dan adaptif dari para pendidik. Mengingat karakteristik siswa berkebutuhan khusus yang unik dan beragam, tujuan penelitian ini yaitu untuk menggambarkan praktik microteaching dalam meningkatkan kemampuan mengajar calon pendidik siswa berkebutuhan khusus. Metode dalam penelitian ini merupakan kuantitatif deskriptif yang dilaksanakan pada 31 Mei-28 Juni 2025. Jenis penelitian ini adalah survei dengan subjek penelitian calon pendidik siswa berkebutuhan khusus berjumlah 18 orang. Analisis data disajikan dalam tabel dan diagram, lalu dijabarkan secara deskriptif untuk menggambarkan kemampuan mengajar calon pendidik dalam melakukan praktik microteaching. Hasil penelitian didapatkan bahwa praktik microteaching berhasil meningkatkan berbagai dimensi keterampilan mengajar calon pendidik siswa berkebutuhan khusus. Peningkatan ini meliputi pemahaman akan karakteristik siswa berkebutuhan khusus, kemampuan mengelola kelas, penyampaian materi dan tujuan pembelajaran, penggunaan media, komunikasi, manajemen waktu, hingga keterampilan evaluasi dan penutupan sesi pembelajaran. Ini mengindikasikan bahwa program microteaching efektif dalam mempersiapkan calon pendidik untuk menghadapi kompleksitas pengajaran bagi siswa berkebutuhan khusus.
Cross-Sectional Analysis of Rayon Fiber Exposure and Lung Function Among Weavers in Pemalang, Indonesia Sulistiyani; Mursid Raharjo; Nikie Astorina Yunita Dewanti; Retno Murwani; Muhammad Auliya Rahman
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN Vol. 18 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkl.v18i1.2026.26-35

Abstract

Introduction: Sarung Goyor is one of the popular textile industries in Indonesia. The manual production process results in the release of a high number of dust particles into the air, including rayon fibers, which are a major component of the fabric. Inhaling fine fibers causes respiratory tract irritation and impaired lung function. There hasn't been much research exploring rayon dust exposure related to small-scale weaving crafts. This study aims to find a relationship between rayon fibers and lung function among sarong weavers in Indonesia. Methods: A cross-sectional study was carried out at the Sarung Goyor Industry Center North Wanarejan, Pemalang, involving 101 male weavers. The data collected includes total dust and inhalable dust levels, lung function values, and ventilation area.Dust sampling was performed using the Hi-Q HVP-2000 and SKC PCXR 8000, and lung function values were measured using the Spiro LAB III according to ATS standards. Data were analyzed using the Kolmogorov-Smirnov test and correlation test. Results and Discussion: 78% of respondents experienced impaired lung function, obstructive 22%, restrictive 46.5%, and mixed 18.8%. There is a strong relationship between age and restriction (p = 0.001) as well as inhaled dust and restriction (p = 0.026). A statistically significant inverse association was identified between ventilation area and the presence of obstructions. Conclusion: Rayon has a significant impact on lung function, causing restriction and obstruction over time. Therefore, it is essential to advocate for improved workplace ventilation and the consistent use of protective masks among weavers.