Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RELIGION AND CULTURE MAINTAINING THE EXISTENCE OF THE BUFFALO SACRIFICE TRADITION IN THE COMMUNITY OF KUDUS CITY Nasrullah, Mochammad; Muhammad Baharuddin Iqbal; Siti Solihati; Siti Prihatiningtyas
Islamic Studies Journal for Social Transformation Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/isjoust.v8i2.9471

Abstract

Combining culture and religion is one of the identities of preachers in conveying religious messages. In the process of preaching, Sunan Kudus uses the same method of preaching, namely using a spiritual and cultural approach by giving orders in the form of prohibiting the slaughter of cows on Eid al-Adha. This article aims to understand cultural and religious acculturation in the sacrificial tradition and to find out how to maintain the existence of this culture. The research method used in this paper is library research, which collects literature related to cultural and religious acculturation. The results of this research show that Sunan Kudus carried out an acculturation in the prohibition of slaughtering cows on Eid al-Adha and to ensure that this tradition can survive by means of cultural experience and cultural knowledge.
Komunikasi Lintas Budaya dalam Tradisi Dugderan Semarang Sebagai Medium Penguatan Kerukunan Kanzul Fikri, Muhammad; Siti Prihatiningtyas, Siti Prihatiningtyas; Siti Solihati
Bahasa Indonesia Vol 6 No 2 (2025): J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam, Desember 2025
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/j-kis.v6i2.1626

Abstract

Tradisi Dugderan di Semarang merupakan warisan budaya yang telah ada sejak 1881, berawal dari inisiatif Bupati RMTA Purbaningrat dan ulama Kyai Saleh Darat sebagai sarana pengumuman awal Ramadan, serta simbol akulturasi budaya Jawa, Arab, dan Tionghoa. Studi ini bertujuan mengkaji peran Dugderan sebagai medium komunikasi lintas budaya dan penguatan kerukunan sosial melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, observasi, dan wawancara mendalam terhadap pelaku serta pengelola tradisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik komunikasi lintas budaya dalam Dugderan tercermin melalui simbol-simbol seperti Warak Ngendog dan aktivitas pawai budaya yang melibatkan berbagai etnis, memperkuat toleransi dan kohesi sosial. Dugderan juga berfungsi sebagai media dakwah yang adaptif terhadap dinamika sosial, meski menghadapi tantangan pelestarian di tengah modernisasi dan komodifikasi budaya. Tradisi ini membuktikan efektivitas budaya dakwah dalam membangun harmoni masyarakat multikultural.