Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sosialiasasi Pentingnya Pemberdayaan Ekonomi Bagi Anak Muda di SMAN 1 Mauponggo Kecamatan Mauponggo Kabupaten Nagekeo Laway, Helena; Ariani Mali, Maria; Boleng Kelen, Veronika; Boleng Kelen, Indriyati; Kornelius Ethelbert, Yohanes
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025): Juli 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/pjraa174

Abstract

Pemberdayaan anak muda merupakan proses strategis yang bertujuan memberikan pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan agar dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan desa. Generasi muda di kecamatan Mauponggo, mengalami kesulitan karena minimnya akses terhadap peluang ekonomi dan pembelajaran kewirausahaan yang memadai. Tingginya angka pengangguran dan minimnya pemahaman tentang pentingnya pemberdayaan ekonomi mandiri merupakan permasalahan sosial. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan kaum muda informasi dan kemampuan kewirausahaan yang mereka butuhkan untuk menjadi lebih mandiri secara finansial. Diharapkan sosialisasi ini akan menghasilkan generasi baru yang kreatif dan mandiri yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berkelanjutan. Metode yang digunakan berupa metode ceramah, diskusi kelompok, sesi tanya jawab. Kegiatan dilaksanakan di SMAN 1 Mauponggo dengan melibatkan siswa/I kelas X dan XI. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa motivasi dan kesiapan pemuda dalam mendukung pembangunan ekonomi desa dapat ditingkatkan melalui pemahaman mereka tentang kewirausahaan dan pemberdayaan ekonomi. Kegiatan ini memberikan dampak positif yang membuat mereka dapat berkembang menjadi pelaku   ekonomi inovatif.
Sosialisasi Pemberian Makanan Bergizi Bubur Kacang Hijau (Vigna Radiata) Pencegahan Stunting di Kelurahan Sonraen Kecamatan Amarasi Selatan Yosafat Labut; Arfin Mitan, Florentino; Boleng Kelen, Veronika; Indriyati; Likusina Kaha, Hendrikus; Kleden, Marianus
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 4 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i4.539

Abstract

Introduction: Stunting remains a serious nutritional problem in Indonesia, especially in toddlers, caused by various factors such as inadequate nutritional intake, repeated infections, and lack of psychosocial stimulation. Utilizing local resources such as mung bean porridge can be an alternative solution in stunting prevention efforts due to its high nutritional content. Objective: This activity aims to increase public knowledge about stunting and the benefits of mung bean porridge for the nutrition of vulnerable communities. Method: The outreach and distribution of mung bean porridge was carried out in Sonraen Village, South Amarasi District, East Nusa Tenggara Province, on April 24, 2025, with 25 participants. The implementation process consisted of three stages: requesting permission and coordination with the village government, preparing tools and materials for the outreach, and conducting outreach with health workers from the Community Health Center (Puskesmas) and Posyandu (Integrated Health Post) cadres. Result:  As a result, the outreach and distribution of mung bean porridge received a positive response from vulnerable communities. Those present were interested in the mung bean porridge and expressed interest in making it themselves. Conclusion: This activity successfully raised awareness of the importance of balanced nutrition to prevent stunting, as well as providing alternative solutions for using local resources in the stunting eradication program in Sonraen Village, South Amarasi District.
Peran Pemerintah Desa dalam Pelestarian Nilai Budaya Perkawinan Tiga Tungku Masyarakat Adat Leworahang Boleng Kelen, Veronika; Indriyati, Indriyati; Kornelius Ethelbert, Yohanes; Oliviera Mambo, Sisilia
PUBLICNESS: Journal of Public Administration Studies Vol. 4 No. 4 (2025): PUBLICNESS: Journal of Public Administration Studies
Publisher : Policy, Law and Political Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/publicness.v4i4.306

Abstract

The Tiga Tungku (Likat Telo) customary marriage system of the Leworahang indigenous community serves as a cultural framework that maintains inter-clan balance through the roles of opu (the groom’s family) and belake (the bride’s family). However, modernization, globalization, and shifting values among younger generations have altered its meaning and weakened its social function. This study aims to analyze the role of village government in preserving the cultural values of the Tiga Tungku marriage system and to identify collaborative strategies between traditional institutions and the village government in sustaining social cohesion. Employing a qualitative ethnographic case study in Ile Padung Village, East Flores Regency, data were collected through participatory observation, in-depth interviews with traditional leaders and village officials, and document analysis. The findings reveal a shift from collective to individual orientations and a declining function of customary forums as decision-making bodies. The village government plays a strategic role by establishing the Traditional Leadership Council, formulating village regulations grounded in local wisdom, and promoting cultural education for youth. Theoretically, this study contributes to understanding the adaptation of social structures from a Lévi-Straussian perspective and offers practical insights for strengthening culture-based policy implementation at the village level.