Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH KONDISI INFRASTRUKTUR LINGKUNGAN JALAN TERHADAP KESELAMATAN LALU LINTAS ANGKUTAN JALAN: SYSTEMATIC REVIEW Fitriani, Nurul; Musyaffa, Naufal Hanif; Faryani P.S, Adinda Syifa; Dewi, Veronika Chintia; Ananda, Muhammad Fikri; Masyhuri, Muhammad Adib; Adifriarti, Suharyani Cahya
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v30i2.5192

Abstract

Kondisi infrastruktur jalan merupakan elemen krusial dalam menjamin sistem transportasi yang aman, efisien, dan berkelanjutan, terutama di negara berkembang yang masih menghadapi tantangan dalam penyediaan fasilitas jalan yang sesuai dengan standar keselamatan. Studi ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis kontribusi berbagai komponen infrastruktur jalan terhadap keselamatan lalu lintas, mencakup geometri jalan, kondisi permukaan perkerasan, kelengkapan marka dan rambu, serta pencahayaan jalan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pendekatan PRISMA, melalui analisis terhadap sepuluh artikel ilmiah terbitan tahun 2015 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa geometri jalan dan pencahayaan merupakan faktor dominan yang memengaruhi tingkat risiko kecelakaan, diikuti oleh kualitas perkerasan, kejelasan marka, dan keterbacaan rambu lalu lintas. Ketidaksesuaian atau kerusakan pada elemen-elemen tersebut dapat menyebabkan kebingungan, keterlambatan respons, dan pengambilan keputusan yang salah oleh pengemudi, terutama pada lokasi rawan kecelakaan. Selain itu, persepsi dan pemahaman pengguna jalan terhadap fungsi dan keberadaan infrastruktur juga menjadi faktor penting dalam efektivitas keselamatan. Oleh karena itu, peningkatan keselamatan lalu lintas harus dilakukan secara terpadu melalui perencanaan yang berbasis standar teknis dan keselamatan, pemeliharaan infrastruktur yang berkelanjutan, edukasi kepada pengguna jalan, serta penerapan prinsip forgiving road dan self-explaining road sebagai pendekatan strategis berbasis bukti dalam menurunkan angka kecelakaan secara berkelanjutan.
PENGARUH KONDISI INFRASTRUKTUR LINGKUNGAN JALAN TERHADAP KESELAMATAN LALU LINTAS ANGKUTAN JALAN: SYSTEMATIC REVIEW Fitriani, Nurul; Musyaffa, Naufal Hanif; Faryani P.S, Adinda Syifa; Dewi, Veronika Chintia; Ananda, Muhammad Fikri; Masyhuri, Muhammad Adib; Adifriarti, Suharyani Cahya
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v30i2.5192

Abstract

Kondisi infrastruktur jalan merupakan elemen krusial dalam menjamin sistem transportasi yang aman, efisien, dan berkelanjutan, terutama di negara berkembang yang masih menghadapi tantangan dalam penyediaan fasilitas jalan yang sesuai dengan standar keselamatan. Studi ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis kontribusi berbagai komponen infrastruktur jalan terhadap keselamatan lalu lintas, mencakup geometri jalan, kondisi permukaan perkerasan, kelengkapan marka dan rambu, serta pencahayaan jalan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pendekatan PRISMA, melalui analisis terhadap sepuluh artikel ilmiah terbitan tahun 2015 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa geometri jalan dan pencahayaan merupakan faktor dominan yang memengaruhi tingkat risiko kecelakaan, diikuti oleh kualitas perkerasan, kejelasan marka, dan keterbacaan rambu lalu lintas. Ketidaksesuaian atau kerusakan pada elemen-elemen tersebut dapat menyebabkan kebingungan, keterlambatan respons, dan pengambilan keputusan yang salah oleh pengemudi, terutama pada lokasi rawan kecelakaan. Selain itu, persepsi dan pemahaman pengguna jalan terhadap fungsi dan keberadaan infrastruktur juga menjadi faktor penting dalam efektivitas keselamatan. Oleh karena itu, peningkatan keselamatan lalu lintas harus dilakukan secara terpadu melalui perencanaan yang berbasis standar teknis dan keselamatan, pemeliharaan infrastruktur yang berkelanjutan, edukasi kepada pengguna jalan, serta penerapan prinsip forgiving road dan self-explaining road sebagai pendekatan strategis berbasis bukti dalam menurunkan angka kecelakaan secara berkelanjutan.
Ergonomic Analysis and Redesign of Bus Handgrips Using Rapid Upper Limb Assessment (RULA) and Posture Evaluation Index (PEI) Dewi, Veronika Chintia; Rifano, Rifano; Gunawan, Gunawan; Marwanto, Riza Phahlevi
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 12, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v12i1.39493

Abstract

This study aims to analyze and improve the ergonomic performance of bus handgrips on Metro Jabar Trans using an integrated approach combining Rapid Upper Limb Assessment (RULA) and Posture Evaluation Index (PEI). The research employed a quantitative method involving 30 respondents, with data collected through observation, interviews, joint angle measurements, and anthropometric analysis. A virtual simulation was developed using Jack 8.4 software to evaluate ergonomic conditions based on RULA, Lower Back Analysis (LBA), and Ovako Working Posture Analysis System (OWAS), which were then integrated into the PEI metric. The results indicate that the existing handgrip design produces RULA scores predominantly at levels 5–6, reflecting moderate ergonomic risk, with PEI values ranging from 1.358 to 1.875, indicating suboptimal conditions. A redesigned handgrip was developed by optimizing key dimensions, including width, diameter, and finger clearance, based on anthropometric data. Simulation results demonstrate a consistent reduction in ergonomic risk, with PEI values decreasing to a range of 0.925 to 1.221. The reduction in PEI values, ranging from 0.233 to 0.903, confirms improved postural conditions and reduced risk of musculoskeletal disorders. These findings highlight that integrating posture assessment and quantitative ergonomic indices can effectively support the development of safer and more comfortable public transportation facilities.