Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keteladanan sebagai Strategi Rekayasa Sosial dalam Meningkatkan Perilaku Bersih di Area Makan Publik Nurmidin, M Fadhel; Maino, Irny Evita; Sihombing, Yolanda A.; Pakasi, Karunia; Hati, Orvin N.; Parinding, Reva F.; Avriline, Yossi Dea; Tanggang, Stela C. Br; Purba, Andriana Chaniago; Parengkuan, Misia F. O.
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/xn7zfm55

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di ruang publik melalui pendekatan rekayasa sosial berbasis keteladanan. Tujuh mahasiswa berperan sebagai model perilaku bersih di area makan publik tanpa memberikan instruksi langsung kepada pengunjung. Strategi yang dilakukan meliputi mencuci tangan, membersihkan meja, dan merapikan kursi setelah makan. Observasi menunjukkan bahwa sebagian besar pengunjung mulai meniru perilaku tersebut, meskipun tingkat respons bervariasi. Prinsip liking, commitment & consistency, dan social proof terbukti efektif dalam membentuk perilaku. Keterbatasan teknis pada dokumentasi menjadi catatan penting untuk perbaikan kegiatan sejenis di masa mendatang. Temuan ini menegaskan bahwa keteladanan adalah strategi yang potensial dalam mengubah norma sosial menuju perilaku sehat secara kolektif di ruang publik.
Hubungan antara Tingkat Stres dengan Kejadian Dismenore pada Peserta Didik Putri di SMA Negeri 1 Manado Avriline, Yossi Dea; Adam, Hilman; Mandagi, Chreisye K. F
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/zxvkqy15

Abstract

Dismenore merupakan salah satu permasalahan kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Prevalensi dismenore tergolong tinggi pada kelompok remaja dan dewasa muda, bahkan dilaporkan mencapai lebih dari 90%. Selain faktor biologis, faktor psikologis seperti stres diduga berperan dalam meningkatkan keparahan nyeri menstruasi melalui mekanisme ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan kejadian dismenore pada peserta didik putri di SMA Negeri 1 Manado. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas X yang telah mengalami menstruasi sebanyak 284 orang, dengan sampel sebanyak 82 responden. Pengukuran tingkat stres menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10), sedangkan derajat dismenore diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres sedang (64,6%), diikuti stres tinggi (32,9%) dan stres rendah (2,4%). Pada variabel dismenore, mayoritas responden mengalami nyeri sedang (51,2%), nyeri berat (23,2%), nyeri ringan (20,7%), dan tidak nyeri (4,9%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian dismenore (p-value = 0,000; r = 0,538), yang menunjukkan kekuatan hubungan sedang dengan arah positif, sehingga semakin tinggi tingkat stres maka semakin tinggi tingkat nyeri dismenore yang dialami responden.