Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Penelitian Arsitektur Perilaku pada Neuro-Arsitektur dan Implementasinya pada Desain Penelitian: Transformation of Behavioral Architecture Research on Neuro-Architecture and Its Implementation in Research Design Arinta, Rizka; Sri Kusrohnimah; Zulfikri Khakim
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i2.1427

Abstract

paradigma dalam merancang ruang telah mengalami pergeseran yang signifikan dengan perkembangan teknologi yang ada. Penelitian ini membahas transformasi dari pendekatan arsitektur perilaku tradisional menuju neuro-arsitektur, menekankan penerapan teori "Onion" oleh Mark Saunders dalam desain penelitian. Studi literatur ini mengulas berbagai penelitian yang menggabungkan neuroimaging, rekaman elektrofisiologi, serta analisis perilaku untuk memahami interaksi antara lingkungan fisik dan respon neurologis manusia. Melalui pendekatan sistematis yang mencakup filsafat, strategi, dan metodologi penelitian, penelitian ini menunjukkan bagaimana neuro-arsitektur dapat memberikan wawasan mendalam tentang pengaruh lingkungan kerja terhadap fungsi otak dan perilaku manusia. Hasil studi ini memberikan landasan kuat bagi pengembangan desain penelitian yang holistik dan metodologis kuat. Terdapat lima aspek utama sebagai pertimbangan penentuan desain penelitian yaitu 1) Permasalahan Psikofisiologis, (2) Basic Human Being, (3) Sensory Process, (4) Dinamika Respon Otak pada ruang, dan (5) Stimulasi pada ruang. Transformasi dari arsitektur perilaku ke neuroarsitektur mengintegrasikan pemahaman tentang perilaku manusia dengan respons neurologis dalam desain ruang yang lebih holistik dan berbasis ilmiah. Transformasi ini tidak hanya memperkaya pemahaman teoretis tetapi juga memberikan implikasi praktis bagi desain ruang kerja yang lebih sehat dan produktif.
Measuring A Brain Comfort in Neuroarchitectural Research: A Structured Theoretical Study Arinta, Rizka; Bachtiar, Vania Angeline; Anastasia, Linda
Journal of Artificial Intelligence in Architecture Vol. 5 No. 1 (2026): Artificial Intelligence for Human-Centric Performance: Integrating Neuroarchite
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jarina.v5i1.11375

Abstract

Comfort is a central objective in architectural design, yet it varies across individuals. This study proposes an evidence-based framework for assessing comfort through a neuroarchitectural approach by analysing neurological parameters. A meta-analysis of Scopus-indexed literature identified 111 relevant keywords from an initial set of 1,298, derived from 2,561 unique keywords in peer-reviewed studies published over the past decade that employed neurological indicators in neuroarchitecture. The findings indicate that comfort is not solely subjective but can be examined through measurable biological and neurological markers. The literature is organised into three main parameters: environmental simulation and spatial comfort, neurological instrumentation and brain signal processing, and emotional perception and sensory experience. Thematic content analysis and bibliometric mapping were conducted using OpenRefine, VOSviewer, and Biblioshiny. The synthesis reveals clear correlations between neurological responses and architectural elements such as natural lighting, spatial configuration, material texture, and environmental control. These parameters reliably capture the neurophysiological mechanisms underlying comfort in built environments, with perceptual and emotional responses identified as particularly critical. Overall, meta-analysis establishes comfort as an objectively quantifiable phenomenon and provides a foundation for adaptive and inclusive architectural design that supports mental health, cognitive performance, and well-being. Future research directions include experimental studies integrating virtual reality and real-time biometric monitoring to further explore brain–environment interactions.