Ir. Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat, ST., MT.
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Komparatif Lebar Retak Pelat Pracetak Beton Bertulang Satu Arah dengan Variasi Jumlah Lapis Tulangan Tarik Fito Firmansyah; Ir. Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat, ST., MT.; Prof. Dr. Ir. Agoes Soehardjono M. D., MS.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pelat beton bertulang, penggunaan tulangan tarik berada pada sisi bawah pelat secara merata. Namun, saat jarak antara tulangan tidak memenuhi jarak minimum, tulangan dapat disusun menjadi beberapa lapis. Pengaturan ini berpengaruh terhadap perilaku lentur pelat, termasuk terhadap lebar retak yang merupakan faktor pemicu korosi pada tulangan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan lebar retak maksimum pelat beton bertulang dengan variasi jumlah lapis tulangan tarik menggunakan secara eksperimental dengan pendekatan teoritis berdasarkan SNI 2847:2002 dan JSCE SSCS 2007. Lebar retak ditinjau secara visual dengan menggunakan alat Dinolite. Hasil penelitian dengan eksperimen menunjukkan semakin banyak jumlah lapis tulangan tarik, lebar retak akan menurun. Nilai lebar retak melalui penelitian di laboratorium secara konsisten menghasilkan nilai yang lebih besar dibanding pendekatan teoritis menggunakan SNI 2847:2002 dan JSCE SSCS 2007. Kata-kata Kunci: Pelat Beton Bertulang, Jumlah Lapis Tulangan Tarik, Lebar Retak Maksimum, Eksperimen, Pendekatan Teoritis
Analisis Momen Kurvatur Kolom Gedung Rumah Sakit Berdasarkan Pengaruh Perbedaan Posisi Penulangan Menggunakan SNI 2847 : 2019 Marcel Yongkie Bernhard Liemman; Dr. Retno Anggraini, ST., MT.; Ir. Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara berkembang terus mengembangkan sektor ekonomi dan infrastruktur untuk menjadi negara industri. Namun, letak Indonesia berada di daerah Cincin Api Pasifik membuatnya rawan gempa bumi, sehingga diperlukan strategi manajemen risiko bencana yang kuat. Bangunan yang tahan gempa memerlukan perencanaan yang baik. komponen struktural yang paling penting dalam menahan beban gempa adalah kolom. Dalam penelitian ini penulis memodelkan 3 jenis kondisi dimana terdapat penulangan eksisting, variasi 2 sisi dan variasi 4 sisi. Untuk mempermudah penulis dalam permodelan, penulis menggunakan bantuan aplikasi SAP 2000. Hasil dari analisis SAP 2000 akan digunakan sebagai kontrol dalam perencanaan. Dalam analisis momen kurvatur akan dicari perubahan kelengkungan yang terjadi terhadap momen sebelum retak (crack), sesudah leleh (yield) dan saat ultimit (ultimate). Titik-titik tersebut bila digabungkan akan membetuk sebuah kurva yang dinamakan kurva momen kurvatur. Momen kurvatur dapat mempengaruhi daktilitas kolom, umumnya daktilitas yang terjadi pada kolom adalah daktilitas perpindahan (deformasi). Hasil analisis menunjukkan bahwa posisi dan rasio penulangan sangat memengaruhi kapasitas momen, momen-kurvatur, dan daktilitas kolom. Penulangan pada 4 sisi menghasilkan kapasitas momen dan daktilitas yang lebih tinggi dibanding 2 sisi, karena distribusi beban lebih merata dan kurvatur yang lebih besar. Kolom eksisting memiliki daktilitas tertinggi meskipun rasio tulangannya lebih kecil, menunjukkan kemampuan deformasi yang lebih besar sebelum keruntuhan. Kata kunci : SNI 2847, Kolom, Penulangan 2 sisi , Penulangan 4 sisi, Momen-Kurvatur, Daktilitas.