Dr. Retno Anggraini, ST., MT.
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Fly Ash dan Silica Fume terhadap Penyusutan Kering Beton menggunakan Recycled Coarse Aggregate (RCA) Dwi Yunita Puji Lestari; Dr. Eng. Ir. Eva Arifi, ST., MT., IPM.; Dr. Retno Anggraini, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percepatan urbanisasi dan pembangunan infrastruktur di Indonesia berdampak pada meningkatnya kebutuhan agregat alam dan volume limbah konstruksi, khususnya limbah beton. Dalam upaya menjaga keberlanjutan serta efisiensi anggaran, pemanfaatan kembali limbah beton sebagai Recycled Coarse Aggregate (RCA) menjadi alternatif yang strategis. Namun, tingginya porositas RCA menyebabkan nilai penyusutan kering beton meningkat. Untuk mengatasi hal tersebut, digunakan bahan tambahan seperti fly ash dan silica fume guna memperbaiki karakteristik campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kombinasi fly ash dan silica fume terhadap penyusutan kering beton dengan RCA. Pengujian dilakukan menggunakan benda uji berbentuk balok berukuran 7,5 × 7,5 × 28 cm, yang dipasangi gauge stud untuk pengukuran perubahan panjang menggunakan alat vertical length comparator. Setelah perawatan awal selama tujuh hari, benda uji ditempatkan di ruang dengan suhu 22 ± 2°C dan kelembapan 55 ± 5% untuk proses pengeringan, lalu diuji penyusutannya dari umur 7 hingga 56 hari. Terdapat tujuh variasi campuran, di antaranya menggunakan NCA, RCA, dan RCA yang dikombinasikan dengan fly ash 15% serta variasi silica fume sebesar 7%, 10%, dan 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan RCA meningkatkan penyusutan kering beton. Namun, penambahan fly ash 15% mampu menekan nilai penyusutan mendekati beton normal. Sementara itu, penambahan silica fume cenderung meningkatkan penyusutan, sehingga diperlukan kombinasi yang seimbang. Sedangkan itu, penggunaan silica fume menyebabkan peningkatan penyusutan, sehingga perlu dikombinasikan dengan fly ash untuk menyeimbangkan efek tersebut. Dalam penelitian ini, variasi RCA dengan 15% fly ash dan 7% silica fume menghasilkan penyusutan kering terendah, sehingga dinilai sebagai komposisi paling optimal dibandingkan dengan penambahan silica fume 10% dan 15%. Kata Kunci : penyusutan kering beton, recycle coarse aggregate (RCA), fly ash (FA), silica fume (SF).
Analisis Momen Kurvatur Kolom Gedung Rumah Sakit Berdasarkan Pengaruh Perbedaan Posisi Penulangan Menggunakan SNI 2847 : 2019 Marcel Yongkie Bernhard Liemman; Dr. Retno Anggraini, ST., MT.; Ir. Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara berkembang terus mengembangkan sektor ekonomi dan infrastruktur untuk menjadi negara industri. Namun, letak Indonesia berada di daerah Cincin Api Pasifik membuatnya rawan gempa bumi, sehingga diperlukan strategi manajemen risiko bencana yang kuat. Bangunan yang tahan gempa memerlukan perencanaan yang baik. komponen struktural yang paling penting dalam menahan beban gempa adalah kolom. Dalam penelitian ini penulis memodelkan 3 jenis kondisi dimana terdapat penulangan eksisting, variasi 2 sisi dan variasi 4 sisi. Untuk mempermudah penulis dalam permodelan, penulis menggunakan bantuan aplikasi SAP 2000. Hasil dari analisis SAP 2000 akan digunakan sebagai kontrol dalam perencanaan. Dalam analisis momen kurvatur akan dicari perubahan kelengkungan yang terjadi terhadap momen sebelum retak (crack), sesudah leleh (yield) dan saat ultimit (ultimate). Titik-titik tersebut bila digabungkan akan membetuk sebuah kurva yang dinamakan kurva momen kurvatur. Momen kurvatur dapat mempengaruhi daktilitas kolom, umumnya daktilitas yang terjadi pada kolom adalah daktilitas perpindahan (deformasi). Hasil analisis menunjukkan bahwa posisi dan rasio penulangan sangat memengaruhi kapasitas momen, momen-kurvatur, dan daktilitas kolom. Penulangan pada 4 sisi menghasilkan kapasitas momen dan daktilitas yang lebih tinggi dibanding 2 sisi, karena distribusi beban lebih merata dan kurvatur yang lebih besar. Kolom eksisting memiliki daktilitas tertinggi meskipun rasio tulangannya lebih kecil, menunjukkan kemampuan deformasi yang lebih besar sebelum keruntuhan. Kata kunci : SNI 2847, Kolom, Penulangan 2 sisi , Penulangan 4 sisi, Momen-Kurvatur, Daktilitas.
Analisis Perubahan Momen-Kurvatur Kolom akibat Pengaruh Beban Gempa Rencana Berdasarkan SNI 1726:2019 pada Perencanaan Beton Bertulang (Studi Kasus Gedung X Universitas Y Kota Malang) Prastowo, Asyha Sefie; Dr. Retno Anggraini, ST., MT.; Dr. Eng. Ir. Desy Setyowulan, ST., MT., M.Sc., IPM., ASEAN Eng.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan wilayah dengan tingkat aktivitas seismik tinggi akibat pertemuan tiga lempeng tektonik utama, sehingga perencanaan struktur bangunan tahan gempa menjadi aspek yang sangat penting. Salah satu elemen struktur yang berperan signifikan dalam menjaga stabilitas bangunan adalah kolom beton bertulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan hubungan momen–kurvatur kolom akibat pengaruh beban gempa rencana berdasarkan ketentuan SNI 1726:2019. Objek penelitian berupa gedung eksisting yang dilakukan perencanaan ulang dengan parameter gempa terbaru. Analisis difokuskan pada perilaku momen–kurvatur kolom mulai dari kondisi pra-retak, leleh tulangan, hingga kondisi ultimit. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan karakteristik kurva momen–kurvatur antara kolom eksisting dan kolom hasil perencanaan ulang. Kolom dengan rasio tulangan lebih besar menghasilkan kapasitas momen dan daktilitas yang lebih baik dibandingkan kolom dengan rasio tulangan lebih kecil. Temuan ini menunjukkan bahwa rasio tulangan memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku daktil kolom dalam menahan beban gempa. Dengan demikian, pemenuhan ketentuan rasio tulangan yang tepat sangat penting untuk meningkatkan kinerja dan keamanan struktur beton bertulang terhadap beban gempa. Kata kunci: SNI 1726, momen-kurvatur, kolom, struktur beton bertulang, rasio tulangan