Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Media KALPIN untuk Mengenal Lambang Bilangan pada Anak Usia 4-6 Tahun Nurhayati, Ai Sri; Suryani, Lilis
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 2 (2025): April - Juni 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.2.2025.6520

Abstract

Media yang digunakan untuk mengenalkan bilangan pada anak usia dini  belum variatif, masih terbatas pada memberikan pengetahuan lambang bilangan, belum berdampak pada keterampilan dalam menggunakannya pada kehidupan sehari-hari sehingga kurang bermakna. Penelitian ini bertujuan mengembangkan KALPIN (Kalender Pintar) sebagai media yang digunakan dalam pembelajaran mengenal lambang bilangan pada anak usia 4-6 tahun di Pacet Kabupaten Bandung pada bulan Desember 2024 sampai Februari 2025. Media ini mengenalkan lambang bilangan dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti tanggal dan tahun, serta membantu anak memahami konsep waktu melalui angka secara lebih bermakna. Pendekatan model ADDIE digunakan dalam penelitian ini, mencakup tahap analisis, desain, pengembangan, dan implementasi pada skala terbatas. Tehnik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi meliputi instrumen wawancara kepala sekolah dan guru serta instrumen observasi pembelajaran. Analisis data menggunakan skala likert dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media KALPIN (Kalender Pintar) berdasarkan validasi ahli materi mendapat skor 87%, ahli media memperoleh skor 86% dan praktisi  skor 97% berada pada kategori sangat layak. Pada saat implementasi terbatas hasil observasi pembelajaran memperoleh nilai rata-rata 83% dengan kategori baik dan hasil respon guru 96% pada kategori sangat baik sehingga dapat disimpulkan media KALPIN dapat digunakan sebagai media belajar dalam mengenalkan lambang bilangan pada anak usia 4-6 tahun di Pacet Kabupaten Bandung
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN TERINTEGRASI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA SANGGAR KEGIATAN BELAJAR: The Need Analysis of ICT-integrated Instructional Model Development in Learning Activity Centre Nurhayati, Ai Sri; Kusnandar, Kusnandar; Mega, Nur Arfah; Warisno
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.793

Abstract

Analisis yang dilakukan bertujuan mengidentifikasi kebutuhan inovasi model pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) ditinjau dari aspek infrastruktur TIK, kesiapan pendidik, peserta didik, dan tenaga kependidikan, dukungan kebijakan, motivasi peserta didik, serta inovasi model pembelajaran yang memanfaatkan TIK. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini meliputi: 1) apa saja infrastruktur TIK minimal yang diperlukan untuk mengembangkan model pembelajaran inovatif berbasis TIK di SKB; 2) bagaimana kesiapan pendidik dan peserta didik dalam pengembangan model pembelajaran inovatif berbasis TIK di SKB; 3) bagaimana dukungan kebijakan terkait pemanfaatan TIK untuk pengembangan model pembelajaran inovatif; (4) bagaimana tingkat motivasi belajar peserta didik; dan 5) inovasi model pembelajaran seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di SKB. Penelitian kualitatif dilakukan menggunakan metode pengumpulan data campuran. Pemilihan responden dilakukan dengan purposive random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner daring, data diolah dengan menggunakan statistik deskriptif, dilanjutkan pendalaman data melalui wawancara dan diskusi kelompok terpumpun (FGD) secara daring. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan perangkat TIK dan jaringan di SKB telah tersedia dengan memadai. Kesiapan peserta didik memanfaatkan TIK dalam pembelajaran cukup. Namun, di sisi lain, keikutsertaan pamong atau tutor dalam hal peningkatan kompetensi TIK masih rendah karena kurangnya program pelatihan serta minimnya aktivitas forum tutor atau pamong terkait inovasi pembelajaran dengan memanfaatkan TIK. Inovasi model pembelajaran di SKB yang akan dikembangkan hendaknya sederhana, bermanfaat, dan menarik dengan menggunakan perangkat TIK yang dimiliki peserta didik dan pendidik. Selain itu, inovasi model pembelajaran ini juga harus memadukan aktivitas tatap muka dan daring (blended), tugas mandiri, presentasi disertai tindak lanjut pada saat kehadiran, serta mengakomodasi karakteristik peserta didik dan kekhasan lingkungan pembelajaran   The analysis is aimed to identify the need for an ICT-integrated learning model innovation in Learning Activity Centre (SKB) in terms of ICT infrastructure, teacher-student-educational staff readiness, policy, student motivation, and ICT-integrated learning model innovation. The problems discussed in this research are: 1) what is the minimum ICT infrastructures needed to develop an ICT-integrated innovative learning model in SKB; 2) how is the student and teacher readiness for ICT-integrated innovative learning model in SKB; 3) how the policy supports the use of ICT for innovative learning model development; 4) how is the students’ learning motivation; and 5) what kind of innovative learning model is in accordance with the learning needs in SKB. This research is a qualitative research with data collection of a mixed method. Respondents are determined with purposive random sampling technique. The data is collected through online questionnaire, which is then processed by using descriptive statistics, and deepened through online interview and focused-group discussion. The result of the need analysis shows that the ICT equipment and network in SKB has already been available sufficiently. The student readiness to use ICT in their learning has been adequate. However, on the other hand, the tutor ICT competence is still low because they lack of training and activities in tutor forum. Learning model innovation development in SKB should be simple, useful, and interesting by utilizing ICT equipment owned by the students as well as by the teachers. Besides, this should also integrate face-to-face and online meetings (blended learning), independent assignment, presentation which is followed by follow-up action, and accommodative to student characteristics as well as to learning environment speciality