Fenomena sound horeg, yaitu penggunaan sistem audio berdaya tinggi dalam acara sosial masyarakat Indonesia, telah menjadi bagian dari ekspresi budaya yang dilegitimasi secara sosial. Namun, praktik ini menyimpan potensi risiko kesehatan yang sering diabaikan, yaitu terhadap pendengaran. Paparan suara keras berulang dapat menyebabkan Noise-Induced Hearing Loss (NIHL). NIHL adalah gangguan pendengaran permanen akibat kerusakan sel rambut koklea. Lebih jauh, NIHL juga berhubungan dengan penurunan fungsi kognitif melalui berbagai mekanisme, seperti auditory deprivation, Cognitive load theory, dan Social isolation pathway. Kajian ini bertujuan untuk merumuskan hipotesis konseptual mengenai keterkaitan antara fenomena sound horeg, NIHL, dan penurunan kognitif. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap studi-studi relevan dari 2010–2025 yang membahas paparan kebisingan, NIHL, dan dampak kognitifnya. Hasil studi menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memahami dampak jangka panjang dari kebisingan oleh sound horeg terhadap kesehatan masyarakat. Kajian ini menjadi langkah awal untuk membuka diskursus ilmiah, mendorong penelitian primer di Indonesia, serta menyusun kebijakan mitigasi kebisingan pada acara budaya lokal.