Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Coping Strategies of Parents Facing Social Stigma for Having Children with ADHD Yusnia, Vira; Kurniadewi, Elisa
Education : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Juli : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/cfevs672

Abstract

Children with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) often experience social stigma from their surroundings due to behaviors perceived as deviant. This stigma not only affects the children but also extends to their parents as the primary caregivers. This study aims to explore the coping strategies used by parents of children with ADHD in dealing with social stigma. This research employs a qualitative method with a descriptive narrative approach. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The study involved five informants, consisting of four parents of children with ADHD and one therapist for children with special needs. This study is guided by Lazarus and Folkman’s (1984) coping theory, which distinguishes between problem-focused coping and emotion-focused coping, as well as Link and Phelan’s (2001) social stigma theory, which explains how stigma operates through labeling, stereotyping, separation, status loss, and discrimination, sustained by power. The findings reveal that parents use a combination of both coping strategies to address the social stigma associated with having a child with ADHD. Problem-focused coping includes educating the surrounding community, communicating with schools, therapy and seeking information, social, or emotional support. Emotion-focused coping involves self-acceptance, spirituality, emotional regulation, distancing from stigmatizing environments. These coping strategies represent the parents’ adaptive responses to the social pressures caused by stigma. The study highlights the active role of parents in navigating societal judgments while supporting their child’s development and well-being. These findings contribute to a deeper understanding of how parents adapt to societal judgments and provide practical insight for support systems addressing families of children with ADHD.
Partisipasi Masyarakat dalam Program Bank Sampah di Desa Pulosari: Studi Kasus Bank Sampah KSM AIRA Napsyiah, Siti; Oktawiyani , Dita Dwi; Syafitri , Aina Nur; Yusnia, Vira; Bilqis , Annisa; Juang , Shandy
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1490

Abstract

Penelitian ini berfokus pada masalah sampah di Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan, dengan estimasi volume timbulan sampah mencapai 1.500 hingga 2.000 m³ per tahun. Untuk mengatasi isu ini, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Asosiasi Inspirator Raksa Alam (AIRA) menerapkan program Bank Sampah yang melibatkan pemilahan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga, serta mendirikan bank sampah di setiap RW. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, yang menjadi sangat penting untuk mencapai pengelolaan bank sampah yang mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tingkat partisipasi masyarakat pada setiap tahap pengelolaan bank sampah di Desa Pulosari, menggunakan teori Cohen dan Uphoff tentang tahapan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, yaitu pengambilan keputusan, pelaksanaan, pengambilan manfaat, dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif, yang bertujuan untuk memahami, menganalisis, dan mendeskripsikan empat tahapan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan bank sampah di desa tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi lapangan dan studi pustaka (observasi, wawancara, dokumen) dengan teknik purposive untuk memilih informan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat tidak sepenuhnya terlibat dalam keempat tahapan tersebut. Pengambilan keputusan dan pelaksanaan umumnya dilakukan oleh stakeholder dan kelompok masyarakat tertentu, sementara masyarakat lebih terlibat dalam tahap pengambilan manfaat dan evaluasi. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat berada pada kategori partisipasi tidak langsung dan partisipasi dengan adanya reward.