Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan performa akademik dan jenis kelamin dengan Nomophobia pada siswa SMA Samara, Tjam Diana; Simon, Monica Laurencia
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/zj7s5852

Abstract

Smartphone, alat komunikasi dan komputer, meningkatkan kebiasaan penggunaan selama pandemi, mencapai 210,77 juta pengguna di Indonesia pada 2021. Smartphone berperan penting dalam berbagai bidang, termasuk pembelajaran (performa akademik) dan pekerjaan jarak jauh, dan melibatkan baik yang berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan. Kemajuan teknologi menyebabkan ketergantungan pengguna, dikenal sebagai nomophobia, yang terkait dengan ketakutan kehilangan ponsel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara performa akademik jenis kelamin dengan kejadian nomophobia siswa SMA. Studi ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional, melibatkan 86 responden sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Nomophobia Questionnaire yang telah diuji validitas oleh Yildirim, et al, untuk menilai kejadian nomophobia. Selain itu, kuesioner juga mencakup pertanyaan terkait jenis kelamin, dan data nilai raport kelas 10 semester dua. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji Chi- square dan uji Fisher dengan tingkat signifikansi <0,05. Penelitian ini sebagian besar terdiri dari responden perempuan, dengan 58,3% mengalami nomophobia sedang. Hampir seluruh siswa yang memiliki performa akademik sangat baik berjumlah 98,8% dari total 86 responden. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara performa akademik dengan kejadian nomophobia (p=0,657). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan kejadian nomophobia (p = 0,014). Kesimpulan dari penelitian ini, tidak ada hubungan antara performa akademik dan nomophobia. Namun, terdapat hubungan antara jenis kelamin dan nomophobia.
FAKTOR RISIKO STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PESANGGRAHAN Tarigan, Gita Handayani; Aprilano, Wendy Damar; Widiyanta, Fauzyah Azzahra; Simon, Monica Laurencia
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 11 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v11i1.25397

Abstract

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara berkelanjutan melakukan berbagai upaya percepatan penurunan stunting menuju target zero stunting. Oleh karena itu, pemahaman terhadap faktor risiko stunting menjadi sangat penting, mengingat setiap wilayah memiliki karakteristik dan determinan risiko yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko stunting yang berhubungan dengan status gizi balita di Kelurahan Petukangan Selatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara status gizi balita berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur (TB/U) dengan beberapa faktor, yaitu jumlah anak dalam keluarga, kepadatan hunian, frekuensi konsumsi jajanan, asupan makan, praktik pemberian makan, serta pola asuh makan, dengan nilai p < 0,05. Berdasarkan temuan tersebut, rekomendasi yang diberikan kepada Puskesmas Pesanggrahan adalah peningkatan kegiatan edukasi gizi, khususnya terkait pengurangan konsumsi jajanan tidak sehat, serta penguatan praktik pemberian makan dan pola asuh makan yang tepat sebagai upaya menurunkan faktor risiko stunting di wilayah kerja tersebut.