Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Jejak Sejarah : Perjalanan Kesultanan Langkat Sebagai Kerajaan Bercorak Islam Serta Peninggalan Sejarahnya Josefin Manalu; Jesika Febrianty Manalu; Anggi Johari Sitanggang; Izza Syafinas N HSB; Pristi Suhendro Lukitoyo
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i5.9316

Abstract

Kesultanan Langkat merupakan salah satu kerajaan bercorak Islam yang berpengaruh di Sumatera Timur, dengan sejarah yang dimulai dari kerajaan Aru/Haru pada abad ke-13. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri jejak sejarah dan peninggalan bersejarah Kesultanan Langkat, serta peranannya dalam perkembangan ekonomi, politik, dan budaya di wilayah tersebut. Metodologi penelitian ini bersifat kualitatif, dengan metode pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara, dan tinjauan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesultanan Langkat memiliki berbagai peninggalan bersejarah, seperti Masjid Azizi, kolam peninggalan, dan Gedung Kerapatan yang kini menjadi museum. Kesultanan ini juga berperan penting dalam penyebaran Islam, pengembangan ekonomi melalui perkebunan dan pertambangan, serta menjalin hubungan politik dengan kerajaan-kerajaan lain dan pemerintah kolonial Belanda. Pengaruh Kesultanan Langkat masih terasa hingga saat ini, baik dalam aspek budaya maupun ekonomi, menjadikannya sebagai salah satu warisan sejarah yang signifikan di Indonesia.
Pengaruh Bimbingan Konseling Terhadap Peningkatan Motivasi Belajar Siswa di SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Elya Siska Anggraini; Anggi Johari Sitanggang; Maulana Ramadhan Silalahi; Manda Putri Berutu
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 9: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i9.10197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan dan konseling terhadap peningkatan motivasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan. Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam keberhasilan akademik siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui angket kepada 30 siswa kelas X3. Hasil analisis menunjukkan bahwa layanan bimbingan konseling memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar siswa. Tingkat motivasi belajar siswa setelah mendapat layanan bimbingan konseling berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 63,16%. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan konseling dapat menjadi strategi efektif dalam membantu siswa mengenali potensi diri, menetapkan tujuan belajar, serta mengembangkan strategi belajar yang sesuai.
Asesmen Formatif Dan Penguatan Pembelajaran Diferensiasi: Kajian Konseptual Dalam Kurikulum Merdeka Anggi Johari Sitanggang; Ajeng Novita Aprilia; Gilbert Phineas Philetas Siahaan; Jesika Febrianty Manalu; Nada Azhari; Meiman Pratama Harefa; Ammar Zhafran Ryanto
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.7341

Abstract

The Merdeka Curriculum demands a transformation of the learning evaluation system oriented toward the individual needs of students. This study aims to conceptually examine the relationship between formative assessment and the strengthening of differentiated learning within the framework of the Merdeka Curriculum. The method employed is a library research approach using qualitative content analysis and comparative analysis of academic sources published between 2021 and 2025. The findings indicate that formative assessment plays a strategic role as a continuous information-gathering instrument regarding students' learning progress, which subsequently serves as the empirical basis for designing differentiated instruction. The relationship between the two is symbiotic and iterative: formative assessment generates data on learning needs, while differentiated learning provides appropriate instructional responses to that data. The implementation of both in the Merdeka Curriculum still faces several challenges, including limited teacher understanding, high administrative burdens, the diversity of student characteristics, and inadequate facilities and infrastructure. This study affirms that the integration of formative assessment and differentiated learning is key to realizing education that is responsive, equitable, and centered on the development of every individual student.