Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Etnografi: Analisis Persepsi Penggemar Gim Daring pada Para Pekerja di Jabodetabek Suududdin, Suududdin; Wulan, Mutia Karunia Antap; Permadiyansach, Bambang; Heikal, Jerry
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i5.9565

Abstract

Penelitian ini mengungkap motivasi, persepsi, dan nilai-nilai bersama di balik fenomena bermain gim daring berbasis telepon genggam (smartphone) dikalangan pekerja kantoran di Jabodetabek. Dalam lingkungan kerja yang penuh tekanan dan dinamis, banyak pekerja kantoran memanfaatkan gim daring sebagai sarana untuk relaksasi, sosialisasi, dan pengembangan diri. Melalui pendekatan etnografi, peneliti melakukan observasi dan wawancara dengan responden berusia 21-37 tahun, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana bermain gim daring dapat memenuhi berbagai kebutuhan, seperti mengurangi stres, meningkatkan keterampilan, serta membangun hubungan sosial di tengah tuntutan hidup perkotaan. Gim daring terbukti menjadi bentuk hiburan yang fleksibel dan dapat diakses di sela-sela kesibukan kerja, menjadikannya sesuai dengan jadwal para pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga shared value pemain gim daring, yang pertama yaitu "relaksasi", value ini membuat gim menjadi pilihan utama untuk mengatasi kepenatan dan rutinitas sehari-hari, kemudian value kedua adalah "berjiwa kompetitif", value ini menunjukkan dorongan kuat untuk mencapai prestasi tertinggi, yang juga dapat memicu kecanduan. Dan terakhir, value "social validation" mencerminkan kebutuhan akan pengakuan sosial, baik melalui permainan bersama komunitas maupun melalui pengeluaran dalam bentuk pembelian dalam gim (top-up) untuk meningkatkan status. Shared value ini menunjukkan bahwa gim daring tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai sarana pencapaian pribadi dan pengakuan sosial bagi para pemainnya.
Acquisition Recommendation in Indonesia Wireless Telecommunication Sector using K-Means Clustering for Company Mapping Rafanio, Kevin; Wulan, Mutia Karunia Antap; Sayuti, Sayuti; Heikal, Jerry
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31237

Abstract

Sektor telekomunikasi nirkabel Indonesia menghadapi tekanan yang semakin besar untuk tetap menguntungkan di tengah jenuhnya pasar, persaingan yang ketat, dan kemajuan teknologi yang pesat. Dalam lingkungan seperti itu, konsolidasi melalui merger dan akuisisi (M&A) muncul sebagai kebutuhan strategis untuk mendorong keberlanjutan dan persaingan yang sehat. Studi ini bertujuan untuk menyediakan kerangka rekomendasi akuisisi dengan memetakan perusahaan telekomunikasi nirkabel yang terdaftar di Indonesia menggunakan pengelompokan K-Means berdasarkan kinerja keuangan mereka. Penelitian ini mencakup 15 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan memanfaatkan data keuangan yang diambil dari laporan tahunan mereka tahun 2023 dan 2024. Indikator utama yang dianalisis meliputi Price to Earning Ratio (PER), Price to Book Value (PBV), Debt to Equity Ratio (DER), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan Net Profit Margin (NPM), di antara metrik keuangan penting lainnya. Proses pengelompokan menggunakan SPSS menghasilkan lima klaster berbeda (Kategori A hingga E). Kategori A mewakili perusahaan dengan kondisi keuangan yang kuat namun terlalu premium untuk diakuisisi, sementara Kategori C dan Kategori D terdiri dari perusahaan dengan kondisi keuangan yang relatif lebih lemah dan peluang akuisisi yang lebih baik. Sebagai hasil dari proses ini, terdapat dua potensi akuisisi terhadap PT. Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) dan PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) dengan mempertimbangkan ukuran perusahaan di antara rasio keuangan lainnya. Beberapa strategi juga diinduksi sebagai rekomendasi untuk memastikan proses merger dan akuisisi dapat diselaraskan sehingga menghasilkan entitas baru yang sehat dan lebih kuat.
Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kepailitan Sritex Wulan, Mutia Karunia Antap; Chow, Sayuti; Salim, Susan Ratna; Rukmana, Ovalia
AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis Vol. 6 No. 2 (2026): AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis
Publisher : Perhimpunan Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/jmeb.v6i2.1915

Abstract

The bankruptcy of PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), once one of Indonesia’s largest and most prominent textile manufacturers, represents a significant case of strategic failure within an increasingly competitive global manufacturing environment. Despite its long-standing reputation as a major exporter and supplier to international fashion brands and military institutions, Sritex ultimately collapsed under mounting financial and strategic pressures. This study aims to identify and explain the key internal and external factors that led to Sritex’s bankruptcy, while drawing strategic lessons for firms operating in export-oriented manufacturing industries. The research adopts a qualitative case study approach using secondary data collected from academic publications, industry reports, corporate documents, and credible news sources from 2023-2024. Data were analyzed through an integrated strategic management framework comprising SWOT analysis, Porter’s Five Forces, and the VRIO model to assess competitive pressures, strategic positioning, and resource sustainability. The findings indicate that Sritex’s former competitive strengths were no longer sufficient to withstand structural changes in the textile industry. Intense global competition, rising imports, and shifting demand patterns were compounded by internal weaknesses, including excessive leverage, rigid operations, and inadequate risk management. These factors collectively accelerated the firm’s financial distress and organizational breakdown. The study highlights the importance of strategic adaptability, prudent financial governance, and alignment between internal capabilities and external industry dynamics.