Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : bimaster

K-HARMONIC MEANS CLUSTERING DENGAN VALIDASI DUNN INDEX UNTUK PENGELOMPOKAN TINGKAT PENGANGGURAN DI KALIMANTAN BARAT Margareta, Tiara; Imro'ah, Nurfitri; Perdana, Hendra
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol. 15 No. 2 (2026): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat pengangguran menjadi salah satu isu ketenagakerjaan yang dipengaruhi oleh beragam faktor sosial dan ekonomi yang berbeda di setiap wilayah. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan pengelompokan kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat menurut faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pengangguran. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat menggunakan metode K-Harmonic Means serta menentukan jumlah cluster yang optimal berdasarkan Dunn Index. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), persentase penduduk miskin, Rata-rata Lama Sekolah (RLS), angka ketergantungan, jumlah penduduk, serta realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Berdasarkan hasil analisis, diperoleh jumlah cluster optimal sebanyak empat cluster dengan parameter = 2,5; 3; 3,5; dan 4, serta nilai Dunn Index sebesar 0,635 yang merupakan nilai tertinggi dibandingkan jumlah cluster lainnya. Hasil pengelompokan menunjukkan bahwa Cluster 1 ditandai oleh TPAK yang relatif tinggi, namun masih disertai pertumbuhan PDRB terendah dan persentase penduduk miskin yang cukup tinggi, sehingga menunjukkan penyerapan tenaga kerja belum optimal. Cluster 2 memiliki pertumbuhan PDRB dan realisasi PMDN yang tinggi, mencerminkan kondisi ekonomi dan pasar kerja yang lebih kondusif. Cluster 3 menonjol dengan jumlah penduduk serta realisasi PMA yang sangat tinggi, tetapi juga memiliki tingkat kemiskinan tertinggi, sehingga menunjukkan belum meratanya kesejahteraan. Sementara itu, Cluster 4 dicirikan oleh rata-rata lama sekolah yang tinggi namun TPAK relatif rendah, yang mengindikasikan pemanfaatan tenaga kerja terdidik belum optimal.