Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peluang dan Tantangan Riset Studi Sastra Arab dengan Menggunakan Pendekatan Semiotika Charles Sanders Peirce Munawwar, Muhammad Agil
MIMESIS Vol. 6 No. 2 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mms.v6i2.13836

Abstract

Fokus penelitian ini adalah unutuk menginvestigasi alasan terbatasnya penggunaan teori semiotika Charles Sanders Peirce dalam studi sastra Arab, dan untuk mengidentifikasi tantangan serta peluang penerapannya. Metode yang digunakan adalah systematic literature review kualitatif dengan analisis terhadap artikel terindeks Scopus, SAGE Journal, dan SINTA 2 periode 2020-2025, menggunakan kata kunci "semiotika Peirce sastra Arab". Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori Peirce masih jarang diaplikasikan dalam kajian sastra Arab, dengan hanya 12,5% artikel di Scopus yang secara eksplisit menggunakannya. Sebagian besar peneliti lebih memilih pendekatan semiotika umum atau teori Roland Barthes dan Ferdinand De Saussure yang dianggap lebih sederhana. Ruang lingkup kajian mencakup sastra Arabdalam konteks puisi, prosa, kartun, dan simbol visual, tetapi belum banyak menyentuh aspek linguistik. Minimnya referensi empiris dan kompleksitas konsep triadic Peirce (representamen-objek-interpretan) menjadi kendala utama. Namun, peluangnya terletak pada potensi teori ini untuk mengungkap makna simbolik yang dinamis, terutama dalam teks-teks sufistik atau karya kontemporer. Secara internasional, penelitian berbasis Peirce juga masih terbatas, dengan dominasi studi dari Rusia, Amerika, dan Tiongkok. Temuan ini merekomendasikan perlunya kolaborasi interdisipliner dan pengembangan panduan operasional untuk memaksimalkan penerapan teori Peirce dalam studi sastra Arab.
Interkoneksi Estetika dan Ideologi: Dialektika Pengaruh Gaya Bahasa Al-Quran dalam Sastra Arab Klasik Munawwar, Muhammad Agil
Kitabina: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 6 No 2 (2025): KITABINA Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/kitabina.v5i2.29882

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dialektika estetika dan ideologi dalam resepsi gaya bahasa Al-Quran pada sastra Arab klasik melalui model "Interkoneksi Tiga Lapis" (Pengaruh Quran → [Mediasi Ideologis] ← Tradisi Lokal). Dengan pendekatan kualitatif-interpretatif dan studi kasus multipel, metode penelitian mengombinasikan analisis filologis naskah (MS A17 Al-Qarawiyyin, Diwan Al-Himyari), eksaminasi material (sakralisasi tinta emas Sufi vs. desakralisasi naskah Mu'tazilah), serta komparasi kuantitatif adaptasi Quranik (Al-Aghani: 124 referensi vs Diwan Ibn al-Rumi: 17 referensi). Analisis mengintegrasikan hermeneutika dialektis (Abu Zayd), teori medan kultural (Bourdieu), dan resepsi stilistika (Al-Jurjani) untuk mengungkap: (1) politik kanonisasi Abbasiyah melalui cultural appropriation estetika Quranik, (2) polarisasi ideologis kalangan Sufi (transendensi tasybih) vs Mu'tazilah (reduksi retoris), serta (3) strategi metaformosis (pemisahan lafẓ-ma‘nā oleh Al-Ma’arri) dan counter-appropriation sastra marginal. Temuan kunci menunjukkan hegemoni negara dalam distorsi kanon sastra, dialektika adaptasi-resistensi terhadap otoritas linguistik Quran, serta validitas model tiga lapis yang terbukti menjelaskan hibridisasi estetika dalam Maqamat Al-Hariri dan kelangsungan tradisi bawah tanah puisi Syiah
Pesantren, Politik, dan Persatuan: Kontribusi Islam dalam Membangun Indonesia dari Masa Kolonial hingga Reformasi Munawwar, Muhammad Agil; Ahmad Jamin
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss2.art12

Abstract

Penelitian ini menganalisis kontribusi Islam dalam pembangunan bangsa Indonesia dari masa kolonial hingga era reformasi melalui pendekatan kualitatif dan analisis historis-dokumenter. Fokus penelitian meliputi tiga aspek utama: (1) peran politik Islam dalam perjuangan kemerdekaan dan pembentukan dasar negara, termasuk kompromi Piagam Jakarta yang memengaruhi Pancasila; (2) kontribusi pendidikan Islam melalui integrasi sistem pesantren-madrasah dengan kurikulum nasional; serta (3) praktik moderasi beragama sebagai landasan kerukunan sosial di masyarakat multikultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam yang inklusif dan adaptif berperan sentral dalam pembentukan identitas kebangsaan, sekaligus menjadi pilar penting dalam memajukan Indonesia yang berkeadilan dan beradab. Organisasi Islam seperti NU dan Muhammadiyah tidak hanya berperan dalam pergerakan politik, tetapi juga aktif dalam memajukan pendidikan, kesetaraan gender, dan harmoni sosial melalui pendekatan wasathiyah (moderasi). Studi ini juga mengungkap bagaimana Islam Nusantara menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas, dengan bukti konkret seperti pembangunan Terowongan Silaturahmi antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral sebagai simbol toleransi. Secara holistik, penelitian ini menegaskan bahwa Islam telah memberikan kontribusi multidimensi spiritual, intelektual, sosial, dan politik dalam lintasan sejarah Indonesia, dengan prinsip moderasi sebagai kunci integrasi nasional..