Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Bimbingan Konseling dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa di UPT SMP Negeri 13 Medan Anggraini, Elya Siska; Manalu, Jesika Febrianty; Nurmasyittah, Syarifah; Hayani, Rika
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 9: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i9.10204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas layanan bimbingan konseling dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di UPT SMP Negeri 13 Medan. Bimbingan dan konseling memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran, terutama dalam membantu siswa mengatasi berbagai masalah pribadi, sosial, dan akademik yang dapat menghambat kemajuan mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui wawancara terhadap enam siswa kelas VIII-5 untuk mengetahui pengalaman dan persepsi mereka terhadap layanan bimbingan dan konseling yang diterima. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa bimbingan konseling memiliki efek positif pada siswa untuk meningkatkan motivasi belajar, kesadaran diri, dan kemampuan memecahkan masalah untuk menghadapi tantangan hidup. Siswa melaporkan merasa lebih terbantu dan termotivasi untuk belajar setelah sesi konseling. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa kendala, antara lain kurangnya tindakan nyata dari guru bimbingan dan konseling serta perlunya perhatian lebih terhadap kebutuhan individu siswa. Dengan demikian, penelitian ini merekomendasikan agar institusi pendidikan dapat mengembangkan program bimbingan yang lebih komprehensif dan responsif terhadap kebutuhan siswa, sehingga efektivitas layanan bimbingan konseling dapat ditingkatkan dan berkontribusi lebih optimal terhadap prestasi belajar siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga bagi pengembangan kebijakan bimbingan dan konseling di sekolah-sekolah.
Analisis Faktor Pendorong Penjelajahan Samudra Bangsa Eropa Abad Ke-15–17 Serta Dampaknya Terhadap Perdagangan di Nusantara Manalu, Josefin; Azhari, Nada; Hayani, Rika; Batubara, Rina Sari; Harefa, Meiman Pratama
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7671

Abstract

Penjelajahan samudra yang dilakukan bangsa Eropa pada abad ke-15 hingga ke-17 merupakan peristiwa penting yang mengubah arah perkembangan sejarah global dan menjadi landasan awal munculnya kolonialisme modern di Nusantara. Penelitian ini bertujuan menguraikan latar belakang historis, motif yang mendorong ekspedisi maritim, bentuk interaksi awal dengan kerajaan-kerajaan Nusantara, serta dampak jangka panjang yang ditimbulkan terhadap struktur ekonomi, politik, dan sosial. Kajian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah berbagai karya ilmiah dan sumber sejarah terkait dinamika perdagangan rempah, ekspansi Portugis, Spanyol, dan Belanda, serta transformasi jaringan perdagangan lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa penjelajahan samudra didorong oleh krisis rempah setelah jatuhnya Konstantinopel pada 1453, kepentingan ekonomi kerajaan-kerajaan Eropa, persaingan politik, misi keagamaan, dan kemajuan teknologi navigasi. Interaksi awal yang bersifat dagang dan relatif setara kemudian berubah menjadi hubungan yang timpang setelah bangsa Eropa menerapkan monopoli dan perjanjian dagang yang merugikan pihak lokal. Kebijakan VOC seperti verplichte leverantie dan extirpatie mengubah jaringan perdagangan Nusantara yang semula kosmopolitan menjadi sistem yang terpusat di bawah kendali kolonial. Perubahan ini tidak hanya melemahkan pusat-pusat perdagangan penting seperti Banten dan Makassar, tetapi juga menimbulkan instabilitas politik, kemiskinan struktural, dan pergolakan sosial-budaya. Dengan demikian, penjelajahan samudra Eropa menjadi titik awal integrasi Nusantara ke dalam sistem ekonomi global serta membentuk struktur kolonialisme yang bertahan hingga masa modern.