Subangkit, Sapta Hari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pandawara Group sebagai Gerakan Ecomedia: Analisis dari Perspektif Ekologi Politik Subangkit, Sapta Hari; Azwar, Azwar; Intyaswati, Drina
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 8, No 1 (2025): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), August
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v8i1.2747

Abstract

This study analyzes the Pandawara Group’s social movement via sosial media from an ecomedia and political ecology perspective. The focus is on examining how this movement emerged and operates within the landscape of power, economy, and media, as well as how the group utilizes social media to communicate environmental issues and mobilize public participation. This qualitative research employs ecomedia theory, specifically the political ecology perspective as explained by Lopez (2024), which encompasses aspects of creation, function, audience, media ecosystem, and funding sources. Data was collected through literature studies, observation, and documentation of the Pandawara Group's digital assets. The findings show that the Pandawara Group is an ecomedia social movement that was created organically in response to environmental pollution. Its goal is to raise awareness, and it has successfully mobilized public participation through social media. The movement operates within the dynamics of political ecology by interacting with various actors and utilizing diverse funding sources, including sponsorships. In conclusion, the Pandawara Group demonstrates how a social movement can leverage ecomedia and operate within the dynamics of political ecology to address environmental issues.
Analisis Tradisi Ruwatan dalam Perspektif Filsafat Feyerabend di Era Modern Salsabila, Kania Untari; Subangkit, Sapta Hari; Kuswanti, Ana
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 8, No 1 (2025): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), August
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v8i1.2706

Abstract

Ruwatan, upacara adat Jawa yang dipercaya membersihkan diri dari pengaruh negatif dan membawa keberuntungan, seringkali dikritik dari sisi agama karena melibatkan sesajen. Di tengah modernisasi dan pengaruh budaya global, tradisi ini perlahan mulai ditinggalkan, terutama oleh generasi muda. Penelitian ini menganalisis keberlanjutan ruwatan melalui etika filsafat komunikasi Paul Feyerabend, khususnya perspektif relativisme kultural dan pluralisme pengetahuan. Tujuannya adalah menganalisis konsep "anything goes" dalam epistemologi Feyerabend untuk memahami mengapa budaya ruwatan tetap dilestarikan di era modern. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis literatur dan pengamatan media sosial, penelitian ini menemukan bahwa, meskipun dianggap mistis dan tidak relevan, ruwatan tetap eksis dan dapat disesuaikan dengan nilai-nilai modern, berkat peran media sosial dalam memperkenalkan dan melestarikannya. Secara teoritis, pemikiran Feyerabend memberikan validasi filosofis bagi ruwatan, tidak hanya dalam kerangka budaya Jawa tetapi juga sebagai solusi spiritual universal. Secara praktis, penelitian ini menyoroti adaptabilitas tradisi lokal dan potensi media sosial dalam pelestarian budaya di tengah perubahan zaman.