Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Kurikulum Merdeka di SD Negeri Bayang menggunakan pendekatan evaluasi model CIPP (Context, Input, Process, Product). Pada aspek context, penelitian menilai relevansi kebijakan kurikulum merdeka terhadap kebutuhan sekolah, karakteristik siswa, serta dukungan dari komunitas sekolah. Di aspek input, penelitian mengevaluasi kesiapan sumber daya seperti kompetensi dan profesionalisme guru, ketersediaan fasilitas, bahan ajar, serta peran manajemen sekolah dalam mendukung implementasi kurikulum. Aspek process mengukur efektivitas pelaksanaan pembelajaran, mencakup metode inovatif seperti pembelajaran berbasis proyek, integrasi teknologi, dan penguatan profil pelajar Pancasila. Terakhir, aspek product menilai dampak implementasi terhadap hasil belajar siswa, termasuk peningkatan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan keterlibatan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum merdeka berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Meski demikian, beberapa kendala seperti keterbatasan fasilitas dan kurangnya pelatihan guru berkelanjutan masih perlu diatasi. Oleh karena itu, rekomendasi utama adalah meningkatkan sarana prasarana sekolah, mengadakan pelatihan rutin untuk guru, dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan keberhasilan implementasi kurikulum secara optimal.