Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bait al-Hikmah ke Smart Classroom: Evolusi Gagasan Pendidikan Islam dalam Lintasan Sejarah dan Teknologi: pendekatan kualitatif dengan metode yang digunakan adalah library research dengan pendekatan historis-kritis dan hermeneutik Sal Shakhiba Albira Nanda Hanafi; A’imatul Kutbaniyah; Andis Suha Fadilah; Ririn Muktamiroh
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 3 September 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.30778

Abstract

ABSTRAK Pendidikan Islam mengalami puncak kejayaan pada masa Bait al-Hikmah, yang menjadi pusat intelektual dan ilmiah dunia Islam. Namun, dalam konteks era digital saat ini, transformasi nilai dan metode pendidikan Islam klasik ke dalam bentuk pembelajaran modern, seperti smart classroom, belum banyak dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan menelusuri evolusi gagasan pendidikan Islam dari masa klasik menuju era teknologi, serta mengkaji relevansinya terhadap pengembangan sistem pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yang digunakan adalah library research dengan pendekatan historis-kritis dan hermeneutik. Tahapan penelitian meliputi telaah literatur klasik, identifikasi prinsip pendidikan dari tokoh seperti Al-Ghazali, Ibnu Sina, dan Al-Farabi, serta analisis integratif terhadap teori pembelajaran modern seperti constructivism dan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). Hasil penelitian menunjukkan adanya kesinambungan nilai seperti kesatuan ilmu dan akhlak, pentingnya peran guru, dan pendekatan holistik yang tetap relevan dalam konteks pendidikan berbasis teknologi. Pembahasan menunjukkan perlunya model pendidikan Islam yang transhistoris, yang tidak hanya mempertahankan nilai-nilai esensial warisan klasik, tetapi juga responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual terhadap desain pendidikan Islam yang berbasis nilai, adaptif, dan berkelanjutan. Kata Kunci: Pendidikan Islam, Bait al-Hikmah, Smart Classroom, TPACK, Pemikiran Islam Klasik, Teknologi Pendidikan, Evolusi Pendidikan.
Lavender Marriage Dalam Diskursus Fiqh Kontemporer Melalui Pendekatan Maqāṣid al-Syarī‘ah Ririn Muktamiroh; Isroqunnajah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3348

Abstract

Penelitian ini berangkat dari adanya fenomena lavemder marriage, pernikahan heteroseksual yang dilakukan untuk menyembunyikan orientasi seksual, yang menimbulkan persoalan etis, sosial, dan hukum dalam masyarakat Muslim kontemporer. Dalam konteks fiqh, praktik ini memunculkan pertanyaan penting mengenai keabsahan akad, kejujuran niat, dan kesesuaiannya dengan tujuan pernikahan menurut syariat Islam. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis lavender marriage melalui pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya terkait lima tujuan utama syariat: menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan kehormatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun secara formal memenuhi rukun dan syarat nikah, lavender marriage mengandung unsur tadlis (penipuan) yang merusak prinsip kejujuran dan keterbukaan, serta berpotensi menimbulkan tekanan psikologis, ketidakstabilan keluarga, kerusakan garis keturunan, dan hilangnya martabat pasangan. Karena mafsadah yang ditimbulkan lebih besar daripada maslahah, praktik ini dinilai bertentangan dengan tujuan syariat dan tidak dapat dibenarkan secara moral maupun syar‘i. Penelitian ini menegaskan bahwa fiqh kontemporer perlu merespons fenomena sosial modern dengan tetap berpegang pada nilai-nilai fundamental maqāṣid al-syarī‘ah untuk menjaga integritas institusi pernikahan dalam masyarakat Muslim.