Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN GURU DALAM UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER DAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA SDN 2 PUCUNGKIDUL KECAMATAN BOYOLANGU Sri Sulastriningsih; Imam Sukwatus Suja’i; Fajar Hendro Utomo
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 3 September 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.30822

Abstract

Rendahnya karakter dan kecerdasan emosional siswa sekolah dasar masih menjadi tantangan pendidikan yang berdampak pada perilaku sosial dan suasana belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru dalam membentuk karakter dan kecerdasan emosional siswa di SDN 2 Pucungkidul, Kecamatan Boyolangu. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru, siswa, orang tua, kepala sekolah, dan komite sekolah. Hasil menunjukkan peran guru dijalankan secara sistematis melalui tiga tahapan: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Nilai karakter diintegrasikan dalam RPP, pembelajaran bersifat partisipatif dan reflektif, serta evaluasi dilakukan melalui catatan harian dan umpan balik orang tua. Keteladanan guru, kerja sama dengan orang tua, dan dukungan sekolah menjadi faktor pendukung utama. Kesimpulannya, pembentukan karakter dan kecerdasan emosional bukan proses tambahan, melainkan bagian integral dari budaya sekolah. Penelitian lanjutan disarankan mengevaluasi efektivitas metode tertentu dalam konteks sosial budaya yang berbeda.
Strategi Penataan Ruang pada Kawasan Eduwisata Kuliner Tradisional Tulungagung Berbasis Arsitektur Tropis Kontemporer dalam Mendukung Kegiatan Edukatif dan Rekreatif Erna Putri Diana; Ryski Dwi Pratowo; Fajar Hendro Utomo
Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik  Vol. 3 No. 6 (2025): Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/venus.v3i6.1228

Abstract

Tulungagung Regency has the potential for culinary tourism that can be developed, one of which is traditional culinary. Although the Tulungagung Regency Government has presented a "Halal Culinary Area" and a "Pinka Culinary Tourism Area", the area has not fully provided an interesting visual and functional experience. Therefore, it is necessary to design a space that facilitates traditional culinary MSMEs as well as an educational and recreational place. This design carries the theme of contemporary tropical architecture by considering local climatic conditions, through the application of wide openings, cross ventilation, wide trellises, and the use of natural materials, as well as expressive styles with the shape of a rooster roof and the basic shape of an elliptical building as a symbol of adaptation to climate change and the economy in the business environment. The facilities in this design include traditional restaurants, educational bales, wiyata offices, prayer rooms, playgrounds and other supporting facilities that can attract the interest of the community and introduce traditional Tulungagung culinary.
PERANCANGAN TRAINING CENTER PERSETA 1970 DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MULTISTILISTIK Suharto, Yudha Nesa; Fajar Hendro Utomo
Jurnal Arsitektur Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perseta 1970 merupakan klub sepak bola lokal di Kabupaten Tulungagung yang menunjukkan kemajuan pesat meskipun baru berdiri secara resmi dalam waktu singkat. Sayangnya, tim ini masih mengalami keterbatasan fasilitas latihan, yang berdampak pada optimalisasi performa para pemain. Oleh karena itu, tugas akhir ini merancang sebuah training center dengan pendekatan arsitektur multistilistik yang menggabungkan gaya modern, tradisional, dan industrial, serta dibalut dengan konsep green architecture sebagai wujud kepedulian terhadap isu pemanasan global dan efisiensi energi. Proses perancangan dilakukan melalui analisis tapak, studi literatur, survei referensi, penerapan standar UEFA, dan prinsip desain universal untuk menciptakan kawasan yang fungsional, estetis, representatif, serta berkelanjutan. Hasilnya adalah rancangan kompleks training center yang mencakup lapangan latihan indoor dan outdoor, ruang kebugaran, fasilitas medis dan rehabilitasi, kantor manajemen, asrama pemain, ruang edukasi, serta area publik penunjang aktivitas sosial. Bangunan dirancang dengan memanfaatkan cahaya alami, ventilasi silang, panel surya, dan penggunaan material lokal yang ramah lingkungan. Rancangan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan atlet lokal secara menyeluruh serta menjadi contoh inspiratif pembangunan fasilitas olahraga yang mendukung pelestarian lingkungan, efisiensi energi, dan mencerminkan identitas budaya serta karakter daerah setempat.