Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan kemudahan transaksi keuangan masyarakat, namun di sisi lain juga memunculkan berbagai risiko kejahatan digital, khususnya penipuan online yang banyak menyasar kelompok lanjut usia dengan tingkat literasi digital yang masih rendah. Masjid sebagai pusat aktivitas keagamaan dan sosial memiliki potensi strategis untuk menjadi media edukasi berbasis komunitas dalam meningkatkan literasi keuangan digital masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan digital jamaah Masjid Baitul Muslim di Dusun Timbang, Desa Kebanggan, Kabupaten Banyumas, sekaligus meningkatkan kenyamanan beribadah melalui perbaikan fasilitas masjid. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan edukatif melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk edukasi dan penyuluhan literasi keuangan digital yang dilengkapi dengan simulasi pengenalan modus penipuan online, serta pengadaan dan pemasangan karpet masjid. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman jamaah terhadap ciri-ciri penipuan digital, di mana sebagian besar jamaah mampu mengenali dan menyebutkan karakteristik utama modus penipuan online setelah kegiatan edukasi. Selain itu, peremajaan fasilitas masjid memberikan dampak positif terhadap kenyamanan jamaah dalam beribadah dan mendukung keberlangsungan kegiatan sosial keagamaan. Kegiatan pengabdian ini berkontribusi dalam memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat yang adaptif terhadap tantangan era digital serta meningkatkan perlindungan masyarakat dari risiko penipuan online.