Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Reciprocal Teaching Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika Siswa Kelas VII SMP: The Influence of the Reciprocal Teaching Learning Model on the Mathematical Creative Thinking Ability of Seventh-Grade Junior High School Students Oktiani, Lita Aryati
COSMOS : Jurnal Ilmu Pendidikan, Ekonomi dan Teknologi Vol 2 No 5 (2025): Agustus-September
Publisher : PUSDATIN Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the influence of the Reciprocal Teaching learning model on the mathematical creative thinking ability of seventh-grade junior high school students. The research method used was a quasi-experiment with a Randomized Control Group Only Design. The study population comprised all seventh-grade students at SMPN 20 Jakarta, with a sample of 56 students consisting of 28 students in the experimental group (Reciprocal Teaching model) and 28 students in the control group (conventional model). The research instrument was an essay test on mathematical creative thinking ability regarding the topic of triangles, consisting of 8 questions. The data were analyzed using a t-test with a significance level of α = 0.05. The results showed that the average creative thinking ability of the experimental group (78.464) was higher than that of the control group (73.428). The hypothesis test yielded tcalculated​ = 2.072 > ttable​ = 2.007, leading to the rejection of H0 and the acceptance of H1. Thus, it can be concluded that there is a positive and significant influence of the Reciprocal Teaching learning model on students' mathematical creative thinking ability.
Pengaruh Psikologi Pembelajaran Kognitivistik dan Motivasi Belajar terhadap Prestasi Akademik Siswa Siregar, Julinda; Wijaya, Hendra; Vamiati, Sri; Oktiani, Lita Aryati; Bella, Yova; Feriwanti, Dwi
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.3.2025.7314

Abstract

Urgensi Penelitian ini dibuat karena penting untuk memahami peran faktor psikologis internal yang memengaruhi peningkatan prestasi akademik siswa, khususnya dalam era pendidikan kontemporer yang menuntut kemampuan berpikir tingkat lanjut serta motivasi belajar yang konsisten. Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji sejauh mana psikologi pembelajaran kognitivistik dan motivasi belajar berkontribusi terhadap prestasi akademik, sekaligus mengevaluasi reliabilitas instrumen yang digunakan dalam mengukur kedua variabel tersebut. Pendekatan dalam penelitian ini adaah pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Populasi penelitian 200 siswa sekolah menengah, yang juga dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan dua instrumen berbasis skala Likert, yaitu Skala Psikologi Pembelajaran Kognitivistik (X₁) dan Skala Motivasi Belajar (X₂), serta dokumentasi nilai akademik sebagai indikator prestasi (Y). Hasil dari uji reliabilitas menunjukkan nilai cronbach’s Alpha sebesar 0,87 untuk X₁ dan 0,89 untuk X₂, yang menandakan tingkat konsistensi internal yang sangat memadai. Analisis deskriptif mengungkapkan bahwa siswa memiliki skor psikologi pembelajaran kognitivistik (M = 72,4) dan motivasi belajar (M = 68,1) yang tergolong tinggi, serta pencapaian akademik rata-rata sebesar 78,3. Lebih lanjut, uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif signifikan antarkomponen, dengan motivasi belajar menunjukkan korelasi paling kuat terhadap prestasi akademik (r = 0,56), diikuti aspek kognitivistik (r = 0,45). Hasil regresi linier berganda memperlihatkan bahwa model prediktif signifikan (F = 90,6; p < .001) dengan kontribusi sebesar 48% terhadap variansi prestasi akademik (R² = 0,48). Secara individual, motivasi belajar (β = 0,53) memberikan pengaruh lebih besar dibandingkan psikologi pembelajaran kognitivistik (β = 0,31). Temuan ini menegaskan bahwa selain kemampuan kognitif, motivasi belajar merupakan determinan penting dalam pencapaian akademik, sehingga intervensi pembelajaran sebaiknya diarahkan pada penguatan aspek motivasional dan strategi kognitif siswa.