Ruang terbuka publik berupa taman kota memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan serta mendukung aktivitas sosial dan rekreasi masyarakat. Penilaian kualitas taman tidak hanya ditentukan oleh aspek fisik, tetapi juga oleh persepsi pengunjung terhadap pengalaman ruang yang dirasakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap kualitas Taman Hasanuddin di Kota Palu menggunakan metode semantic differential. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen kuesioner yang terdiri atas sepuluh pasangan kata bipolar, yaitu buruk–indah, sempit–lapang, kotor–bersih, berantakan–rapi, tidak aman–aman, monoton–unik, membosankan–menyenangkan, buatan–alami, panas–teduh, dan tidak menarik–menarik. Data diperoleh dari 30 responden yang merupakan pengunjung taman dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif melalui perhitungan nilai rata-rata pada setiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator memperoleh nilai rata-rata di atas 4,50 yang menunjukkan persepsi masyarakat berada pada kategori sangat positif terhadap kualitas taman. Indikator tidak menarik–menarik memperoleh nilai tertinggi (4,93), diikuti indikator berantakan–rapi (4,90), serta sempit–lapang dan panas–teduh (4,86). Sementara itu, indikator tidak aman–aman, membosankan–menyenangkan, dan buatan–alami memperoleh nilai relatif lebih rendah meskipun tetap berada pada kategori positif. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas visual, keteraturan ruang, dan kelapangan taman menjadi faktor utama yang memengaruhi kepuasan pengunjung. Penelitian ini menegaskan bahwa evaluasi taman kota perlu mempertimbangkan persepsi pengguna sebagai dasar dalam peningkatan kualitas ruang terbuka publik.