Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perencanaan Kawasan Edu-Wisata Kerajinan Tembaga Berbasis Inovasi Infrastruktur di Desa Tumang, Boyolali Ihsanudin Andi Sukirno; Ivan Guna Wijaya
Academica : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Academica : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pusat Studi Sosial dan Humaniora [LPS2H]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16662925

Abstract

Desa Tumang di Kabupaten Boyolali dikenal sebagai sentra kerajinan tembaga berskala nasional yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan edu-wisata. Namun, pengelolaan kawasan ini masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal infrastruktur pendukung yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang perencanaan kawasan edu-wisata berbasis inovasi infrastruktur yang mampu mendukung keberlanjutan ekonomi lokal, pelestarian budaya, dan peningkatan pengalaman wisatawan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui observasi lapangan, wawancara dengan pelaku industri dan masyarakat, serta analisis spasial dan konseptual. Hasil perencanaan mencakup desain zonasi kawasan, integrasi fungsi edukasi dan wisata, serta strategi pengembangan infrastruktur ramah lingkungan dan adaptif terhadap kebutuhan pengrajin dan wisatawan. Perencanaan ini diharapkan menjadi model pengembangan kawasan kerajinan yang inovatif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.
MANAJEMEN WAKTU PADA KONSTRUKSI RANCANG DAN BANGUN PEMBANGUNAN DI GEDUNG JANTUNG TERPADU RSUD JAYAPURA Ihsanudin Andi Sukirno; Nusa Sebayang; Maranatha Wijayaningtyas
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 15 No 1 (2026): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v15i1.14054

Abstract

Pemeliharaan jaringan irigasi adalah upaya menjaga dan mengamankan jaringan irigasi agar selalu dapat berfungsi dengan baik guna memperlancar pelaksanaan operasi dan mempertahankan kelestariannya melalui kegiatan perawatan, perbaikan, pencegahan dan pengamanan yang harus dilakukan secara terus menerus. Daerah Irigasi Kaubun merupakan salah satu Daerah Irigasi kewenangan pemerintah pusat dengan luas areal baku 1.150 Ha dan areal fungsional 736 Ha yang letak areal kerjanya berada di wilayah Kabupaten Kutai Timur. Daerah Irigasi Kaubun memiliki 1 (satu) bendung, 2 (dua) saluran induk. Sementara itu Pemeliharaan jaringan irigasi belum dilakukan secara rutin dan berkala baik oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Akumulasi Sedimen salah satu masalah utama dalam saluran irigasi sekunder dan dapat menyebabkan penyumbatan saluran, penurunan kapasitas aliran air, dan peningkatan kerusakan infrastruktur. Peneltian ini dilakukan dengan mengevaluasi sistem jaringan irigasi dan melihat beberapa faktor yang mengakibatkan kerusakan saluran dengan berpedoman pada peraturan menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat nomor: 12/PRT/M/2015 tanggal: 6 April 2015 tentang eksploitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa rekapitulasi Index Kinerja Sistem Jaringan Irigasi didapatkan nilai optimum terbesar pada aspek Prasarana Fisik dengan nilai 29,01 indeks. Sementara hasil prioritas penanganan utama menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) yaitu pada aspek Prasarana Fisik dengan nilai sebesar 0,462 limiting, dan biaya pemeliharaan rutin maupun berkala pada jaringan daerah irigasi kaubun adalah senilai Rp. 3.753.835.675,00.